KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI
KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

 

1. Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut ialah sebagai berikut: Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur. Masyarakat di Kerajaan Kutai mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya luar (India), mengikuti rujukan perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri.

2. Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara niscaya asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melaksanakan kegiatan dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi pecahan dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.

3. Kehipudan Budaya

Sementara itu dalam kehidupan budaya sanggup dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan semenjak pemerintahan Aswawarman sebab Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, berdasarkan para ahli, dipastikan ialah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana orisinil orang Indonesia menunjukan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang intinya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk persoalan keagamaan.

E. RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI

Kerajaan Kutai berakhir ketika Raja Kutai yang berjulukan Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/pengertian-kartu-kredit-jenis-ciri-keuntungan-kerugiannya-lengkap/

You might be interested in …

 Kendala yang Dialami oleh UPT Cibaduyut

Pendidikan

 Kendala yang Dialami oleh UPT Cibaduyut Para perajin kulit dari Cibaduyut, Bandung Jawa Barat kian sulit berkembang akibat ketidakberpihakan pemerintah. Selain gagal menaungi dalam bentuk insentif, pemerintah juga tidak mempu melindungi para perajin dari ketersediaan bahan baku ataupun komponen produksi. Persoalan-persoalan itu mengemuka dalam pertemuan antara pelaku kerajinan sepatu kulit Cibaduyut dan rombongan dari Kementerian […]

Read More

Manfaat kegiatan ekspor dan impor

Pendidikan

Manfaat kegiatan ekspor dan impor Berikut ini manfaat dari kegiatan ekspor dan impor antara lain : Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Pendapatan negara akan bertambah karena adanya devisa Meningkatkan perekonomian rakyat Mendorong berkembangnya kegiatan industri Landasan teori Banyak teori yang mendasari perdagangan ekspor impor ini. Ada Teori klasik, Merkantilis. Para penganut merkantilisme berpendapat bahwa satu-satunya cara bagi suatu […]

Read More
swasembada pangan pada masa susilo bambang yudoyono

swasembada pangan pada masa susilo bambang yudoyono

Pendidikan

swasembada pangan pada masa susilo bambang yudoyono Program swasembada pangan pada masa susilo bambang yudoyono Pada masa nya SBY dianggap gagal dalam hal swasembada pangan dan hanya dianggap keberhasilan yang semu,Pentingnya pencapaian swasembada beras, perlu diketahui kedudukan khusus beras dalam menu, budaya, dan politik Indonesia. Beras adalah bahan makanan pokok bagi orang Indonesia. Berbagai bahan […]

Read More