Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia

 Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia


2.2.1 Paradigma Pendidikan Nasional yang Sekular-Materialistik

Diakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini adalah sistem pendidikan yang sekular-materialstik. Hal ini dapat terlihat antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang, dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi : Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, kagamaan, dan khusus dari pasal ini tampak jelas adanya dikotomi pendidikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan dikotomis semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia yang sholeh yang berkepribadian sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui penguasaan sains dan teknologi. Secara kelembagaan,

sekularisasi pendidikan tampak pada pendidikan agama melalui madrasah, institusi agama, dan pesantren yang dikelola oleh Departemen Agama; sementara pendidikan umum melalui sekolah dasar, sekolah menengah, kejurusan serta perguruan tinggi umum dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional. Terdapat kesan yang sangat kuat bahwa pengembangan ilmu-ilmu kehidupan (iptek) dilakukan oleh Depdiknas dan dipandang sebagai tidak berhubungan dengan agama. Pembentukan karakter siswa yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan justru kurang tergarap secara serius. Agama ditempatkan sekadar salah satu aspek yang perannya sangat minimal, bukan menjadi landasan seluruh aspek.
Pendidikan yang sekular-materialistik ini memang bisa melahirkan orang yang menguasai sains-teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Akan tetapi, pendidikan semacam itu terbukti gagal membentuk kepribadian peserta didik dan penguasaan ilmu agama. Banyak lulusan pendidikan umum yang ‘buta agama’ dan rapuh kepribadiannya. Sebaliknya, mereka yang belajar di lingkungan pendidikan agama memang menguasai ilmu agama dan kepribadiannya pun bagus, tetapi buta dari segi sains dan teknologi. Sehingga, sektor-sektor modern diisi orang-orang awam. Sedang yang mengerti agama membuat dunianya sendiri, karena tidak mampu terjun ke sektor modern.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/

You might be interested in …

Mengenal Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Mengenal Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Pendidikan

Mengenal Dampak Negatif Perdagangan Internasional Perdagangan internasional tidak hanya mencangkup kota ke kota Desa ke desa atau desa ke kota, namun mencangkup neegara ke negara. Tentusaja banyak yang perlu diperhatikan dalam perdagangan internasional seperti dampak positif perdagangan internasional dan dampak negatif perdagangan internasinal. Karna dampak positif dan negatif perdagangan internasional mempengaruhi pendapatan suatu negara tersebut […]

Read More
Biji Buah Misterius

Biji Buah Misterius

Pendidikan

Biji Buah Misterius Jon Koplo, siswa SD kelas dua ini selalu ingat nasihat ibunya “Kalau ada sesuatu yang tidak kamu ketahui, segera tanya sama Pak Guru atau Bu Guru”. Sepertinya, nasihat ibunya tersebut terekam erat di memori Koplo. Maka tak ayal, setiap pelajaran, anak yang paling banyak tanya di kelas tak lain adalah Jon Koplo. […]

Read More
Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial

Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial

Pendidikan

Pengertian Penerapan Nilai dan Norma Sosial Nilai dan norma di ciptakan masyarakat berdasarkan hasil kesepakatan. Intinya, setiap individu memahami dan bersedia menjalankannya. Nilai dan norma sosial dibentuk demi mendapatkan keteraturan sesuai pandangan lokalitas masyarakat. Untuk mendapatkan keteraturan tersebut nilai dan norma sosial yang telah disepakati perlu di implementasuikan atau diterapkan dalam kehidupan nyata. Kesepakatan dalam […]

Read More