Karakter Untuk Indonesia Lebih Baik

Karakter Untuk Indonesia Lebih Baik

Karakter Untuk Indonesia Lebih Baik

Karakter Untuk Indonesia Lebih Baik
Karakter Untuk Indonesia Lebih Baik

Apakah itu karakter ?  

Bagaimanakah sifat yang dimiliki oleh manusia yang berkarakter?  Seperti apakah implementasi pendidikan karakter?  Pertanyaan tersebut  selalu muncul tatkala kita mengkaitkan antara pendidikan karakter dengan sifat-sifat yang dihasilkan dari proses pendidikan karakter tersebut.  Pertanyaan tersebut menjadi pemicu kali ini.  P. Adrianus, seorang pengamat pendidikan provinsi Kalimantan Barat, menulis mengenai harapan akan manusia Indonesia yang berkarakter.

Menurut Adrianus, karakter adalah

Gambaran tingkah laku yang dimiliki oleh seseorang yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan dan melekat pada diri seseorang.  Manusia berkarakter memiliki ranah kognisi, afeksi, dan psikomotor yang baik, ditambah dengan emosi, spiritual, ketahanan menghadapi masalah (adversity), serta peka terhadap permasalahan sosial.  Sehingga dapat dijabarkan bahwa manusia berkarakter memiliki lima kriteria.  (1) Memegang teguh nilai-nilai kehidupan yang berlaku universal.  Nilai-nilai tersebut, misalnya cinta kasih, memiliki komitmen yang kuat, kesetiaan, solidaritas, displin, tanggung jawab, demokratis, adil, dan jujur;  (2) Memiliki komitmen berarti memiliki suatu rasa keterikatan yang kuat terhadap suatu hal dan menepati janji untuk melakukannya, termasuk janji dengan dirinya sendiri maupun orang lain dengan memegang prinsip kebenaran hakiki;  (3) Memiliki sifat mandiri (otonom) dan terbuka. Artinya, dibalik sikapnya yang mandiri dan memegang teguh prinsip yang dia yakini.  Manusia berkarakter tidak sombong atau membanggakan diri, tetapi tetap  menerima masukan dan nilai-nilai dari luar yang dia olah kembali sehingga menjadi suatu kebenaran yang memiliki nilai kebaikan;  (4) Teguh akan pendirian yang benar. Teguh berarti kuat berpegang pada adat, janji, atau perkataan.  Artinya, orang berkarakter selalu teguh pada pendirian dan selalu menepati janji yang diucapkannya serta bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukannya;  (5) Memiliki kesetiaan yang solid.  Setia yang dimaksudkan dalam hal ini berarti taat, patuh, dan teguh hati.  Orang yang berkarakter dengan memiliki kesetiaan tersebut bisa diartikan kepatuhan dan ketaatan.

Selanjutnya, Implementasi Pendidikan Karakter dapat dimulai dari :

(1) Rumah sebagai tempat pembelajaran pertama di mana orang tua berperan sebagai pendidik yang  harus memiliki karakter yang baik dan bijak dalam mendidik putra-putrinya;  (2) Sekolah, di mana pendidikan karakter dimulai dari guru yang harus memiliki karakter yang baik, mencintai muridnya, dan mampu mengedepankan nilai-nilai serta norma yang berlaku dalam masyarakat dengan cinta dan kasih sayang;  (3) Masyarakat, pendidikan karakter harus dimulai dari setiap RT/RW.  Dengan cara membangun nilai-nilai kehidupan, persahabatan, cinta kasih, serta persaudaraan dengan tetangga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.

 

Melihat penjelasan di atas, dapat diperoleh informasi bahwa manusia berkarakter

Memiliki sifat-sifat baik dan mampu merealisasikan sifat-sifat yang dimilikinya dalam kehidupan bermasyarakat.  Adapun dalam hal implementasi pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan dengan lingkup yang kecil dengan lingkungan yang lebih luas.  Sehingga uraian Adrianus mengenai memimpikan manusia Indonesia berkarakter dapat terealisasi apabila manusia Indonesia memiliki sifat-sifat manusia berkarakter serta mampu mengimplementasikan sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari, guna mewujudkan bangsa Indonesia menjadi lebih baik.  Tidak hanya dari segi SDA (Sumber Daya Alam), tapi juga SDM (Sumber Daya Manusia) yang jauh lebih berkompeten dengan karakter serta budaya yang kuat sehingga mampu berkompetisi di kancah persaingan dunia internasional.  Sebagai wujud kontribusi nyata bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan serta perkembangan dunia global.

Baca Juga : 

You might be interested in …

Carl Gustav Jung (1875-1961)

Carl Gustav Jung (1875-1961)

Pendidikan

Carl Gustav Jung (1875-1961) Dikenal mengembangkan Analytical Psychology. Sebagai murid Freud, Jung juga mengajukan keberatan terhadap beberapa konsep utama Freud yang menyebabkan hubungan keduanya renggang dan retak. Perbedaan utama Jung dan Freud terletak pada pandangan mereka tentang ketidaksadaran. Meskipun keduanya sama-sama menekankan ketidaksadaran sebagai penentu perilaku manusia (bahkan Jung lebih kuat dalam hal ini), tapi […]

Read More
Tugas Ilmu Sosial Dasar Bab 8

Tugas Ilmu Sosial Dasar Bab 8

Pendidikan

Tugas Ilmu Sosial Dasar Bab 8 Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain Dalam ilmu sosial individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian […]

Read More
SMAN 1 Cisarua Jadi Perwaklan Jawa Barat di Ajang Indonesia Student Company Competition 2019

SMAN 1 Cisarua Jadi Perwaklan Jawa Barat di Ajang Indonesia Student Company Competition 2019

Pendidikan

SMAN 1 Cisarua Jadi Perwaklan Jawa Barat di Ajang Indonesia Student Company Competition 2019    Provinsi Jawa Barat SMAN 1 Cisarua kembali menjadi perwakilan Provinsi Jawa Barat pada tahun depan untuk kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company Competition 2019. Acara ini diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citi Indonesia (Citibank), di Atrium Braga […]

Read More