JENIS, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

JENIS, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

JENIS, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

JENIS, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI
JENIS, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI

 

Perkembangan Temu Kembali Informasi dari sisi user task ada 2 jenis yaitu:

    Model Klasik

  • Model Boolean : merupakan model sistem temu kembali informasi sederhana yang berdasarkan atas teori himpunan dan aljabar boolean
  • Model Vector Space : merupakan model sistem temu kembali informasi yang merepresentasikan dokumen dan query dalam bentuk vektor dimensional
  • Model Probabilistic : merupakan model sistem temu kembali informasi yang menggunakan framework probabilistik
  • Model Terstruktur
  • Non Overlapping List: Sistem yang menggunakan model ini akan membagi-bagi dokumen sebagai “wilayah teks” tertentu.
  • Proximal Nodes: model ini menggunakan struktur indeks yang memiliki hirarki independen (non-flet) terhadap sebuah dokumen.

Menurut Chowdhury (1999) Sistem temu-kembali informasi dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu:

  • Sistem temu-kembali informasi in house, yaitu Sistem temu-kembali informasi dibangun oleh perpustakaan atau pusat informasi tertentu untuk melayani terutama para pemakai dalam organisasi tersebut. Salah satu bentuk sistem temu-kembali informasi in house adalah OPAC (Online Public Access Catalogue)
  • Sistem temu-kembali informasi online, yaitu Sistem temu-kembali informasi didesain untuk memberikan akses ke remote database kepada berbagai user. Sistem online ini menghubungkan para pemakai pada berbagai tempat melalui jaringan komunikasi elektronik. Bentuk yang paling populer dari sistem temu-kembali informasi online adalah CD-ROM dan internet.

Sistem Temu Kembali Informasi didisain untuk menemukan dokumen atau informasi yang diperlukan oleh masyarakat pengguna. Sistem Temu Kembali Informasi bertujuan untuk menjembatani kebutuhan informasi pengguna dengan sumber informasi yang tersedia dalam situasi seperti dikemukakan oleh Belkin (1980) sebagai berikut:

  • Penulis mempresentasikan sekumpulan ide dalam sebuah dokumen menggunakan sekumpulan konsep.
  • Terdapat beberapa pengguna yang memerlukan ide yang dikemukakan oleh penulis tersebut, tapi mereka tidak dapat mengidentifikasikan dan menemukannya dengan baik.
  • Sistem temu kembali informasi bertujuan untuk mempertemukan ide yang dikemukakan oleh penulis dalam dokumen dengan kebutuhan informasi pengguna yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan (query)

Sementara Tague-Sutcliffe (1996) menjelaskan bahwa Tujuan utama sistem temu kembali informasi adalah untuk menemukan dokumen yang sesuai dengan kebutuhan informasi pengguna secara efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan kepuasan baginya. Sedangkan Secara teknis tujuan Sistem temu kembali informasi menurut Hasugian (2006) adalah menyesuaikan (matching) dengan term atau istilah yang dibangun (query) dengan term atau indeks yang ada dalam dokumen, sehingga dengan kesesuaian tersebut maka dokumen-dokumen yang relevan akan terambil (retrieved) dari database. Dokumen relevan yang terambil tersebut itulah tujuan dari Sistem temu kembali informasi.

Berkaitan dengan sumber informasi disatu sisi dan kebutuhan informasi pengguna disisi yang lain. Sistem temu kembali informasi berperan untuk:

  • Menganalisis sumber informasi dan pertanyaan.
  • Mempertemukan pertanyaan pengguna dengan sumber informasi untuk mendapatkan dokumen yang relevan.

Adapun fungsi utama Sistem Temu Kembali Informasi seperti dikemukakan oleh Lancaster (1979) dan Kent (1971) adalah sebagai berikut:

  • Mengidentifikasi sumber informasi yang relevan dengan minat masyarakat pengguna yang ditargetkan.
  • Menganalisis isi sumber informasi (dokumen)
  • Merepresentasikan isi sumber informasi dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk dipertemukan dengan pertanyaan (query) pengguna.
  • Merepresentasikan pertanyaan (query) pengguna dengan cara tertentu yang memungkinkan untuk dipertemukan sumber informasi yang terdapat dalam basis data.
  • Mempertemukan pernyataan pencarian dengan data yang tersimpan dalam basis data.
  • Menemu-kembalikan informasi yang relevan.
  • Menyempurnakan unjuk kerja sistem berdasarkan umpan balik yang diberikan oleh pengguna.

Sumber: https://fungsi.co.id/

You might be interested in …

PENYAKIT KULIT AKIBAT ALERGI DAN FOTOSENSITISASI

PENYAKIT KULIT AKIBAT ALERGI DAN FOTOSENSITISASI

Pendidikan

PENYAKIT KULIT AKIBAT ALERGI DAN FOTOSENSITISASI PADA HEWAN BESAR Alergi dan Penyebabnya Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya. Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu, yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. Zat penyebab alergi ini disebut allergen. Allergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk […]

Read More
Persami Tutup MPLS SMAN 6 Bogor

Persami Tutup MPLS SMAN 6 Bogor

Pendidikan

Persami Tutup MPLS SMAN 6 Bogor Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 6 Kota Bogor ditutup dengan acara Perkemahan Sabtu Minggu (Persami). Acara dilakukan di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Walet, Kecamatan Tanahsareal pada Sabtu (21/7). Menurut Pembina Pramuka SMAN 6 Kota Bogor, Laksmi Priatni, kegiatan ini sengaja dilakukan untuk menumbuhkan kekompakan […]

Read More

Pancasila Di Era Globalisasi

Pendidikan

Pancasila Di Era Globalisasi Realitas kontemporer memperlihatkan bahwa tantangan terhadap ideologi Pancasila, baik kini maupun nanti, beberapa di antaranya telah tampak di permukaan. Tantangan dari dalam di antaranya berupa berbagai gerakan separatis yang hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apa yang terjadi di Aceh, Maluku, dan Papua merupakan sebagian contoh di dalamnya. […]

Read More