Istishab hukum akal sampai adanya hukum syar’i

Istishab hukum akal sampai adanya hukum syar’i

            Maksudnya, umat manusia tidak dikenakan hukum syar’i sebelum datangnya syara’. Seperti tidak adanya pembebanan hukum dan akibat hukumnya terhadap umat manusia,sampai datangnya dalil syara’ yang menentukan hukum. Misalnya seseorang menggugat orang lain bahwa ia berhutang kepadanya sejumlah uang, maka penggugat berkewajiban untuk  mengemukakan bukti atas tuduhannya, apabila tidaksanggup, maka tergugat bebas dari tuntutan dan ia dinyatakan tidak pernah berhutang pada penggugat. Istishab seperti ini diperselisihkan menurut ulama Hanafiyah, istishab dalam bentuk ini hanya bisa menegaskan hukum yang telah ada, dan tidak bisa menetapkan hukum yang akan datang.

            Sedangkan menurut ulama Malikiyah, Syati’iyah, dan Hanabilah, istishab seperti ini juga dapat menetapkan hukum syar’i, baik untuk menegaskan hukum yang telah ada maupun hukum yang akan datang.

  1. Istishab hukum yang ditetapkan berdasarkan ijma’ tetapi keberadaan ijma’ itu diperselisihkan.

            Istishab sepeti ini diperselisihkan para ulama tentang kehujahannya. Misalnya para ulama fiqih menetapkan berdasarkan ijma’ bahwa tatkala air tidak ada, seseorang boleh bertayamum untuk mengerjakan shalat. Tetapi dalam keadaan shalat, ia melihat ada air, apakah shalat harus dibatalkan ?

            Menurut ulama’ Malikiyyah dan Syafi’iyyah, orang tersebut tidak boleh membatalkan shalatnya, karena adanya ijma’ yang mengatakan bahwa shalatnya sah apabila sebelum melihat air. Mereka mengaggap hukum ijma’ tetap berlaku sampai adanya dalil yang menunjukkan bahwa ia harus membatalkan shalatnya kemudian berwudhu dan mengulangi shalatnya.

            Ulama Hanabilah dan Hanafiyyah mengatakan orang yang melakukan shalat dengan tayamum dan ketika shalat melihat air, ia harus membatalkan shalatnya untuk berwudhu. Mereka tidak menerima ijma’, karena ijma’ menurut mereka hanya terkait dengan hukum sah nya shalat bagi orang dalam keadaan tidak adanya air, bukan keadaan tersedianya air.

sumber :
https://whypoll.org/seva-mobil-bekas/

You might be interested in …

Proses Perjalanan Pancasila menuju Era Globalisasi

Pendidikan

Proses Perjalanan Pancasila menuju Era Globalisasi Pancasila terlahir dalam nuansa perjuangan dengan melihat pengalaman dan gagasan-gagasan bangsa lain, tetapi tetap berakar pada kepribadian dan gagasan-gagasan bangsa Indonesia sendiri. Oleh sebab itu, Pancasila bisa diterima sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Sejarah telah mencatat, kendati bangsa Indonesia pernah memiliki tiga kali pergantian UUD, tetapi rumusan Pancasila tetap […]

Read More
Kuota PPDB 2019 Jabar Ditambah

Kuota PPDB 2019 Jabar Ditambah

Pendidikan

Kuota PPDB 2019 Jabar Ditambah Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) s ekolah menengah atas (SMA) di Jawa Barat (Jabar) tahun 2019 ditambah 7% atau sekitar 19 ribu kursi. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. “Alhamdulillah ada penambahan kuota PPBD sekitar tujuh persen. Jadi, jumlah siswa yang akan masuk ke sekolah negeri bisa bertambah,” […]

Read More
PENGARUH KEBUDAYAAN TIMUR

PENGARUH KEBUDAYAAN TIMUR

Pendidikan

PENGARUH KEBUDAYAAN TIMUR Dewasa ini, kebudayaan barat sudah mendominanisasi segala aspek. Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia. Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini. Kebudayan Barat hanya sebagai petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat. Secara timbal balik, tiap […]

Read More