Integrated Curriculum

Integrated Curriculum

Integrated Curriculum

Integrated Curriculum

Integrated curriculum adalah kurikulum yang menyajikan bahan pembelajaran secara unit dan keseluruhan tanpa mengadakan batas-batas antara satu mata pelajaran dengan yang lainnya.

Sedangkan menurut Hamalik jenis-jenis organisasi Kurikulum diantaranya, yaitu:

  1. Kurikulum mata pelajaran

Kurikulum mata pelajaran (isolated subjects atau subjectmatter curriculum) ini digunakan sebagai bentuk kurikulum yang masih tradisional. Kurikuulum ini sejak lama diterapkan pada sekolah-sekolah kita, sampai dengan munculnya kurikulum tahun 1968 dan kurikulum tahun 1975. Kurikulum ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang terpisah satu sama lain, dan masing-masing berdiri sendiri.
  2. Tiap mata pelajaran seolah-olah tersimpan dalam kotak tersendiri dan diberikan pada waktu tetentu.
  3. Hanya bertujuan pada penguasaan sejumlah ilmu pengetahuan dan mengabaikan perkembangan aspek tingkah laku lainnya.
  4. Tidak didasarkan pada kebutuhan, minat, dan masalah yang ihadapi para siswa.
  5. Bentuk kurikulum yang tidak mempertimbangkan kebutuhan, masalah, dan tuntutan dalam masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang.
  6. Pendekatan metodologi mengajar yang digunakan adalah sistem penuangan (imposisi) dan menciptakan perbedaan individual dikalangan para siswa.
  7. Guru berperan paling aktif, dengan pelaksanaan sistem guru mata pelajaran dan mengabaikan unsur belajar aktif dikalangan para siswa.
  8. Para siswa sama sekali tidak dilibatkan dalam perencanaan kurikulum secara kooperatif.

Ciri-ciri diatas memperlihatkan dengan jelas berbagai kelemahan yang terdapat dalam bentuk kurikulum ini. Olrh karena itu, muncul usaha untuk memperbaikinya dengan mengajukan bentuk kurikulum yang lebih baru.

  1. Kurikulum dengan Mata Pelajaran Berkolerasi

Untuk mengurangi kelemahan dengan adanya keterpisahan diantara berbagai mata pelajaran tersebut, diusahakanlah agar mata pelajaran tersebut tersusun dalam pola korelasi, sehingga lebih mudah dipahami olrh para siswa. Inilah yang dinamakan dengan kurikulum dengan mata pelajaran berkolerasi. Bentuk kolerasi ini terdiri atas dua pola, yaitu kolerasi informal dan kolerasi formal.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/tukangkonten-com/

You might be interested in …

Persyaratan untuk LSP

Persyaratan untuk LSP

Pendidikan

Persyaratan untuk LSP 4.1 Lembaga sertifikasi 1. Kebijakan, prosedur, dan administrasi lembaga sertifikasi harus terkait dengan kriteria sertifikasi, harus jujur dan wajar terhadap seluruh calon dan harus memenuhi semua persyaratan dan peraturan perundang- undangan yang berlaku. LSP tidak boleh menggunakan prosedur yang menghambat dan menghalangi akses oleh pemohon dan calon, kecuali yang ditetapkan dalam pedoman […]

Read More
Isra Mi’raj Sekaligus Deklarasi Anti Berita Hoax

Isra Mi’raj Sekaligus Deklarasi Anti Berita Hoax

Pendidikan

Isra Mi’raj Sekaligus Deklarasi Anti Berita Hoax   Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman menghadiri Bogor Bersholawat dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan Majelis Ta’lim Al-Ishlah di Cimanggu Lamping RT. 03 RW. 01, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (23/03/2018) malam. Dalam sambutannya Usmar menyampaikan apresiasi kepada […]

Read More
Bingungnya Pihak Sekolah Atas Kewajiban Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Bingungnya Pihak Sekolah Atas Kewajiban Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Pendidikan

Bingungnya Pihak Sekolah Atas Kewajiban Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Mulai Juli 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewajibkan pelajar untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza. Kebijakan ini untuk untuk mengembalikan Lagu Indonesia Raya secara utuh kepada seluruh warga Indonesia. Kewajiban tersebut sudah tertuang dalam surat edaran serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). […]

Read More