IKAN KERAPU KERTANG

Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol

IKAN KERAPU KERTANG

Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol
IKAN KERAPU KERTANG

Habitat

Jika pada umumnya anda menemukan kerpau yang dijual di pasar ukurannya tidak melebihi 50cm, maka kerapu yang satu ini mungkin dapat mengejutkan anda karena ukurannya yang mencapai 270cm. Ikan kerapu kertang adalah ikan bertulang keras terbesar ynag menghuni ekosistem terumbu karang. Seekor kerapu kertang dapat memiliki bobot hingga 400 kilogram, sehingga dengan ukurannya yang sedemikian membuat ikan ini menjadi salah satu  predator puncak di ekosistem terumbu karang. Ikan raksasa ini secara ilmiah dikenal dengan nama epinephelus lanceolatus.

Ikan ini lebih sering menghabiskan hidupnya di dasar perairan, dengan berbaring dan tidak bergerak untuk waktu yang lama di dasar perairan berkarang dan akan berenang keluar ketika mencari mangsa. Sesekali ikan ini juga ditemukan berenang perlahan di dasar perairan. Ikan ini ditemukan hidupnya di periran berkarang, berbatu dan memiliki gua yang cukup besar untuk menampung badannya.

Ciri-Ciri Secara Umum

Kerapu kertang mengalami perubahan warna tubuh tergantung pada fase kehidupannya. Pada fase awal kehidupannya (juvenil) yang kurang dari 100 cm panjangnya, ikan ini memiliki  warna kuning berbintik hitam di siripnya, dan badan hitam dengan bercak-bercak putih dari kepala hingga pangkal  ekornya. Karena warnanya ini, ikan kerapu kertang yang masih juvenil seringkali diperdagangkan sebagai ikan hias daripada sebagai ikan konsumsi.

Menginjak masa matang gonad dengan ukaran panjang tubuh mencapai 130 cm, marking (warna dasar pada tubuh ikan), menarik tadi akan menghilang dan berubah menjadi cokelat dengan bintik putih di seluruh tubuhnya, dengan warna sirip yang masih kekuningan.

Ketika berkuran dewasa, ikan ini memiliki warna biru gelap dengan sedikit bercak  putih di sekujur tubhnya. Dalam fase ini, ikan kerapu kertang akan lebih dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi daripada ikan hias karena ukuran tubuhnya.

Daerah Penyebaran Ikan Kerapu

Ikan ini ditemukan mulai dari pesisir berat Afrika hingga  di Hawaii (Indo-Pasifik) di perairan yang beriklim tropis maupun sub-tropis. Di Australia, ikan ini banyak ditemukan di daerah Queensland, sehingga  orang Australia juga menyebut ikan ini dengan nama “Queensland groper”.

Di Indonesia, ikan ini dapat ditemukan di perairan yang memiliki kondisi terumbu karang yang masih bagus. Namun meski penyebarannya yang paling luas diantara jenis kerapu lain, frekuensi kehadiran kerapu ini cenderung langka dan jarang ditemukan secara langsung di alam liar. Hal ini mungkin dikarenakan karena ikan ini bukan tipe ikan yang suka menjelajah dan cenderung berdiam diri di dalam sarangnya. Ikan ini juga bersifat soliter, atau lebih suka hidup sendiri, sehingga di alam liar ikan ini seringkali dijumpai secara individu.

4)   Kandungan dan Manfaat

Omega 3 bermanfaat bagi pertumbuhan sel otak, organ penglihatan dan tulang, serta menjaga sel-sel pembuluh darah dan jantung tetap sehat.

Fungsi asam amino : Asam amino sendiri sebenarnya adalah senyawa organik yang bergabung menjadi protein

Fungsi vitamin B kompleks : Vitamin B1 diperlukan oleh tubuh untuk membantu mengubah karbohidrat dari makanan kita menjadi glukosa. Vitamin B diperlukan pada tingkat sel untuk mengubah glukosa menjadi energi. Untuk manfaat ini dibutuhkan: Vitamin B2 , Vitamin B3 , Vitamin B5 , Vitamin B6 , dan B7 .

Taurin merupakan asam amino yang mampu menggerakan  jenis mineral  kalium, magnesium, dan natrium ke dalam membran sel. Ketiga jenis mineral tersebut sangat baik dalam menjaga fungsi otak dan jatung.

Selenium adalah mineral yang ditemukan di dalam tanah. Selenium secara alami muncul dalam air dan beberapa makanan.  Selenium diperlukan oleh tubuh kita dalam jumlah yang sangat kecil untuk melakukan fungsi dalam metabolisme terutama fungsi kelenjar teroid. Mineral ini tidak dapat dapat diproduksi oleh tubuh kita.

Aspek Biologi

Hanya sedikit yang diketahui mengenai perkembang biakan ikan ini. Ikan ini hanya diketahui melakukan perkembang biakan secara eksternal dimana hewan betina akan melepaskan telur yang kemudian akan dibuahi oleh hewan jantan. Belum jelas dimana hewan ini biasa melakukan perkawinannya. Namun, para nelayan di Indonesia Timur menyatakan bahwa pada bulan Desember hingga Februari, hasil tangkapan kerapu kertang  meningkat dari biasanya 1 ekor per minggu menjadi 5-6 ekor per minggunya. Dari hasil ini dapat diduga bahwa pada masa tersebut ikan kerapu kertang sedang dalam musim kawin.

Ikan kerapu keratang adalah ikan karnivora yang memakan semua hewan yang berukuran lebih kecil dari mulutnya. Makanan ikan ini yang utama adalah ikan-ikan kecil dan krustasea seperti lobster dan kepiting. Namun tidak jarang pula ikan ini memakan ikan hiu, buntal, pari dan tukik. Terdapat beberapa kejadian dimana ikan ini meyerang para penyelam namun tidak  sering, dan bahkan kerapu kertang termasuk spesies kerapu yang pemalu dan jarang  keluar dari  dalam sarangnya. Semakin besar ukuran ikan ini, maka semakin jarang pula  ikan ini untuk meninggalkan sarangnya.

Aspek Ekonomi

Hampir seluruh komoditas budidaya laut merupakan komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Harganya dipasaran dunia sangat baik dibandingkan dengan ikan air tawar. Begitu pula dengan yang kerapu, harganya dipasaran dunia mencapai US$ 25 – US$ 125 dan Indoensia merupakan salah satu ekspotir ikan kerapu terbesar di dunia. Pemasaran ikan kerapu Indonesia tersebar di beberapa Negara, yaitu Jepang, Taiwan, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei dan Filipina.

Alat Tangkap

Metode penangkapan yang sesuai Beberapa alat tangkap yang digunakan dalam penangkapan ikan kerapu masih tradisional, seperti pancing, jaring insang, jaring kantong, bubu dan jaring angkat. Penangkapan ikan kerapu dilakukan pada malam hari terutama di hari-hari bulan gelap karena ikan kerapu aktif mencari makan pada malam hari.

Keluarga serranidae merupakan ikan nokturnal dimana ikan ini mencari makan pada malam hari. Aktivitas ikan nokturnal mencari makan dimulai saat hari mulai gelap. Ikan-ikan tersebut digolongkan sebagai ikan soliter di mana aktivitas makan dilakukan secara individu, gerakannya lambat cenderung diam dan arah gerakannya tidak begitu luas serta lebih banyak menggunakan indera perasa dan indera penciuman. dalam siklus hidupnya, telur dan larva bersifat pelagis sedangkan kerapu muda hinggga dewasa bersifat demersal. Ikan kerapu merupakan jenis ikan bertipe hermaprodit protogini, dimana proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan.

Tingkat Eksploitasinya

Ikan raksasa ini terancam keberadaannya oleh pemanfaatan dan penangkapan di alam liar. Trend populasi spesies ini menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, sehingga IUCN mengkategorikan ikan ini sebagai spesies yang Rentan (VU). Ikan ini mencapai matang gonad ketika berukuran 130 cm, namun kebanyakan tangkapan nelayan adalah ikan yang masih berukuran kurang dari 100 cm,  sehingga ikan ini kebanyakan ditangkap ketika mereka belum sempat untuk berkembang biak. Perdagangan ikan ini sebagai ikan hias juga memaksa para juvenil ikan ini untuk berakhir di dalam akuarium dan sifat ikan ini yang cenderung soliter juga membuat ikan ini membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan populasinya. Indonesia menjadi salah satu pemasok ikan kerapu kertang menuju China, dimana China, ikan ini dihargai dengan harga yang sangat tinggi. Hal ini memicu eksploitasi ikan kerapu kertang secara berlebih di beberapa tempat di Indonesia, sehingga populasi ikan ini menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun.

Baca Juga: