HUKUM MENGEBIRI MANUSIA

HUKUM MENGEBIRI MANUSIA

HUKUM MENGEBIRI MANUSIA

HUKUM MENGEBIRI MANUSIA
HUKUM MENGEBIRI MANUSIA

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

حدثنا قتيبة بن سعيد حدثنا جرير عن إسماعيل عن قيس قال قال عبد الله كنا نغزو مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وليس لنا شيء فقلنا ألا نستخصي فنهانا عن ذلك ثم رخص لنا أن ننكح المرأة بالثوب ثم قرأ علينا يا أيها الذين آمنوا لا تحرموا طيبات ما أحل الله لكم ولا تعتدوا إن الله لا يحب المعتدين وقال أصبغ أخبرني ابن وهب عن يونس بن يزيد عن ابن شهاب عن أبي سلمة عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قلت يا رسول الله إني رجل شاب وأنا أخاف على نفسي العنت ولا أجد ما أتزوج به النساء فسكت عني ثم قلت مثل ذلك

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Isma’il, dari Qais, ia berkata, Abdullah, berkata : Kami pernah berperang bersama-sama dengan Rasulullah saw, dan saat itu kami tak punya apa-apa. Kemudian kami pun berkata : Apakah kami harus mengebiri ? Dan ternyata beliau pun melarang kami untuk melakukan hal itu. (HR. Bukhari No : 4788)

حدثنا محمد بن عبد الله بن نمير الهمداني حدثنا أبي ووكيع وابن بشرعن إسمعيل عن قيس قال سمعت عبد الله يقول كنا نغزو مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ليس لنا نساء فقلنا ألا نستخصي فنهانا عن ذلك

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair Al Hamdani, telah menceritakan kepada kami bapakku, dan Waki’ dan Ibnu Bisyr, dari Isma’il, dari Qais ia berkata : saya mendengar Abdullah berkata Kami pernah berperang bersama Rasulullah saw tanpa membawa isteri, lalu kami berkata : Apakah sebaiknya kita mengebiri kemaluan kita ? Rasulullah saw melarang kami berbuat demikian itu. ( HR. Muslim No. 1404 )

Kebiri bagi manusia adalah haram baik kecil maupun besar karena terdapat larangan hal tersebut.

Oleh karena itu melakukan kebiri menimbulkan banyak mafsadat yakni penyiksaan manusia dan merusak tubuh, bisa menimbulkan bahaya yang bisa mengantarkan menuju kebinasaan dan bisa meniadakan bentuk kejantanan yang telah Allah ciptakan dan merubah ciptaan Allah. Begitu juga tidak boleh memotong anggota badan yang lain apabila hal itu bukan karena hukuman had atau qishos.

Hikmah dari larangan kebiri adalah hal tersebut bertentangan dengan syari’at yakni memperbanyak keturunan yang akan melanjutkan berjihad melawan orang kafir.

Refrensi

وقال القرطبي في تفسير قوله تعالى في سورة النساء { ولأضلنهم } ولم يختلفوا أن خصاء بني آدم لا يحل ولا يجوز ، وأنه مثلة ، وتغيير لخلق الله وكذلك قطع سائر أعضائه من غير حد ولا قود

Kitab Mawahibul Jalil

يختلفوا أن خصاء بني آدم لا يحل ولا يجوز، لانه مثلة وتغيير لخلق الله تعالى، وكذلك قطع سائر أعضائهم في غير حد ولا قود

Kitab Tafsir Qurthubi

فإن الاختصاء في الآدمي حرام صغيرا كان أو كبيرا ، قال البغوي : وكذا يحرم خصاء كل حيوان لا يؤكل ، وأما المأكول فيجوز خصاؤه في صغره ، ويحرم في كبره . والله أعلم

Sumber: www.dutadakwah.org

You might be interested in …

Dzikir dan Doa Ramadhan

Dzikir dan Doa Ramadhan

Agama

Dzikir dan Doa Ramadhan Bulan Ramadhan Penuh Berkah Bulan Ramadhan tahun 1436 H ini, telah berada di depan mata. Setiap orang beriman tentu senang menantikan kedatangannya. Apalagi dalam hadits dikatakan, “Barang siapa gembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah haramkan jasadnya dari api neraka.” Tak ada kegembiraan menyamai gembiranya menyambut Ramadhan. Namun, kegembiraan ini akan menjadi […]

Read More
Pengajaran Ilmu Agama di Pondok Pesantren

Pengajaran Ilmu Agama di Pondok Pesantren

Agama

Pengajaran Ilmu Agama di Pondok Pesantren Pengajaran Ilmu Agama Pengajaran ilmu-ilmu agama di pesantren, pada umumnya dilaksanakan lewat pengajaran kitab-kitab klasik, di samping ada sebagian pesantren yang memakai kitab-kitab berbahasa arab yang tidak tergolong pada kitab-kitab klasik a. Pengajian Kitab-Kitab Non Klasik Kitab-kitab islam klasik yang lebih populer dengan sebutan kitab kuning, ditulis oleh ulama-ulama […]

Read More

Penjelasan Pengertian Iman

Agama

Penjelasan Pengertian Iman Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, […]

Read More