Hargai Konsumen, Wajib Tertib Ukur

Hargai Konsumen, Wajib Tertib Ukur

Hargai Konsumen, Wajib Tertib Ukur

Hargai Konsumen, Wajib Tertib Ukur
Hargai Konsumen, Wajib Tertib Ukur

BANDUNG-Kementrian Perdagangan RI memberikan penghargaan kepada sembilan daerah di Indonesia

sebagai Daerah Tertib Ukur (DTU), karena dianggap telah ikut memperkuat upaya perlindungan konsumen, pada pengukuran dalam transaksi perdagangan.

Menteri Perindustrian RI Enggartiasto Lukito menyerahkan langsung penghargaan itu di Bandung. Selain memberikan penghargaan kepada daerah, pihaknya juga menetapkan 197 pasar rakyat di Indonesia sebagai Pasar Tertib Ukur (PTU).

“Penghargaan serta penetapan Tertib Ukur, akan memberikan citra positif bagi daerah dan pasar tradisional, khususnya melindungi dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” katanya usai Peresmian Daerah Tertib Ukur, Pasar tertib Ukur dan Unit Metrologi legal, di hotel El Royal Bandung, Kamis (6/12).

Daerah yang meraih penghargaan itu diantaranya kabupaten Buleleng Bali, kota Pekanbaru Riau

, kota Ambon Maluku, Kota Mataram NTB, kabupaten Cirebon dan Tasikmalaya Jawa Barat, Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau, kabupaten Siduarjo Jawa Timur serta Kota Kupang NTT.

“Ada perubahan pergeseran, kalau dulu dengan ancaman kalau tidak melaksanakan terkena hukuman ketentuan itu tetap ada, tapi sekarang kita merangsang dari daerah, juga dari pasar bagaimana saling berlomba untuk melindungi hak konsumen dengan ukuran yang pasti mengenai kejujuran itu, kita beri apresiasi,”katanya.

Enggartiasto mengungkapkan, tugas Kementrian Perdagangan yakni terus mendorong pemerintah daerah

untuk meningkatkan pelayanan kemetrologian, sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya. Selain itu juga, pemerintah terus berupaya melindungi setiap konsumen agar mendapat kebenaran hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan.

Selain itu, lanjut Mendag, Pemerintah juga mendorong para pengusaha di daerah untuk bisa mengklaim di tempatnya itu terjamin, baik kualitas, harga dan ukuran timbangannya.

“Kendalanya adalah dari fasilitas dan peralatan. Menggantungkan 100 persen dari APBN secara langsung tidak mudah. Makanya kita mendorong daerah dapat melakukannya,”pungkasnya. jo

 

Sumber :

https://blog.dcc.ac.id/struktur-kulit-sebagai-organ-ekskresi/

You might be interested in …

Gombale Mertua

Gombale Mertua

Pendidikan

Gombale Mertua Jon Koplo baru saja menikahi Lady Cempluk, gadis asli Karanganyar. Karena Lady Cempluk anak ragil, Koplo tak keberatan menuruti permintaan istrinya untuk tinggal di rumah Cempluk. Alhasil, Koplo yang semula ngekos di Solo, kini harus beradaptasi karena tinggal bersama Cempluk plus sang mertua. Koplo mulai terbiasa dengan kehidupan barunya. Ia tetap wira-wiri Karanganyar-Solo […]

Read More
Trend ke Depan Telematika

Trend ke Depan Telematika

Pendidikan

Trend ke Depan Telematika Trend telematika di Indonesia pada umunya akan berkembang dengan pesat dengan seiring berkembangnya teknologi informasi. Masyarakat saat ini tidak harus bersusah payah untuk menghubungi kerabat, teman atau keluarga mereka atau hanya sekedar mencari informasi. Mereka cukup dengan berada di rumah, mereka sudah bisa mendapatkan informasi yaitu melalui fasilitas telepon, internet dan […]

Read More

Cibaduyut Dalam Lintas Sejarah

Pendidikan

Cibaduyut Dalam Lintas Sejarah Sebagian besar masyarakat modern menggunakan alas kaki sebagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, baik merupakan sepatu atau sandal yang tujuan utamanya untuk melindungi kesehatan kaki. Berkembangnya pergaulan antar manusia menjadikan produk alas kaki juga berfungsi sebagai fashion yang selalu berkembang dengan jenis model yang sesuai dengan ruang waktu dari perkembangan jaman. Keterpaduan […]

Read More