Gunakan Kurikulum di Luar Pakem, Madrasah Technonatura Banjir Prestasi

Gunakan Kurikulum di Luar Pakem, Madrasah Technonatura Banjir Prestasi

Gunakan Kurikulum di Luar Pakem, Madrasah Technonatura Banjir Prestasi

Gunakan Kurikulum di Luar Pakem, Madrasah Technonatura Banjir Prestasi
Gunakan Kurikulum di Luar Pakem, Madrasah Technonatura Banjir Prestasi

Jenis lembaga pendidikannya boleh sama madrasah. Namun prestasi Madrasah Aliyah Technonatura

tidak bisa dianggap remeh. Tim robotika dari Madrasah Technonatura baru saja mendapatkan medali perak kontes robot internasional di Amerika Serikat.

Principal Madrasah Technonatura Riza Wahono mengatakan para murid di sekolahnya sudah terbiasa dengan proyek-proyek. Baik proyek berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, proyek desain, serta proyek-proyek lainnya.

’’Dalam pembelajaran sehari-hari, di madrasah kami tidak menggunakan kurikulum seperti sekolah pada umumnya,’’ kata Riza saat diwawancara, Senin (7/8).

Dia menjelaskan hampir di seluruh sekolah, pembelajaran dilakuan berbasis mata pelajaran. Misalnya Senin jadwalnya pelajaran matematika, fisika, bahasa Inggris. Begitu seterusnya sampai hari Jumat atau Sabtu.

Tetapi yang dilakukan oleh Madrasah Technonatura mulai di tingkat madrasah ibtidaiyah

(setingkat SD), madrasah tsanawiyah (setingkat SMP), sampai madrasah aliyah (setingkat SMP), diluar pakem. Riza mengatakan pembelajaran dilakukan berbasis penugasan proyek.

’’Jadi setiap Senin anak-anak kita beri tugas proyek,’’ katanya. Ada kalanya proyek membuat robot, proyek mengamati makhluk hidup, atau proyek desain. Nah selama sepekan anak-anak ditugasi untuk mengurai persoalan, sampai menemukan inovasi. Setelah itu pada Jumatnya mereka presentasi hasil proyek yang dikejarkan.

Dengan model pembelajaran seperti itu, Riza mengatakan anak-anak Madrasah Technonatura

sudah terbiasa untuk menyelesaikan masalah. Selain itu juga melatih skil komunikasi dan kolaboras. Dia menegaskan muatan mata pelajaran yang jadi rujukan pemerintah sudah terakomodasi dalam setiap proyek yang ditugaskan ke anak-anak.

Ketua tim robotik Madrasah Aliyah Technonatura Raditya Athalla menjelaskan lomba robot internasional itu berlangsung di AS pada 16-18 Juli lalu. Setelah menjalani beberapa sesi lomba, mereka mendapatkan medali perak. Robot yang mereka buat bisa dikembangkan menjadi robot pemisah antara air bersih dengan air kotor.

Raditya mengatakan robot pintar mereka memiliki kemampuan memisahkan bola biru dengan bola orange. Bola biru sebagai simbol air bersih. Sedangkan bola orange menandakan air kotor. Dengan dibekali sensor warna, robot ini bisa menyortir bola yang mereka tangkap secara acak. ’’Disortir sesuai perintah. Apakah ingin mengumpulkan bola biru atau orange,’’ jelasnya.

Keunggulan lain robot mereka adalan bisa menembak bola yang ditangkap ke lubang sesuai warnanya. Kemampuan menembak ini menggunakan rumus matematika. Disesuaikan dengan posisi robot dengan jarak ke lubang sasaran tembak.

 

Sumber :

http://www.thebaynet.com/profile/ojelhtcmandiri