Faktor-Faktor Produktivitas

Faktor-Faktor Produktivitas

Faktor-Faktor Produktivitas

Faktor-Faktor Produktivitas
Faktor-Faktor Produktivitas

Produktivitas kerja sebagai salah satu orientasi manajemen dewasa ini, keberadaannya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap produktivitas pada dasarnya dapat diklasifikasikan kedalam dua jenis, yaitu pertama faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung, dan kedua faktor-faktor yang berpengaruh secara tidak langsung.

1. Remunerasi

Remunerasi adalah merupakan imbalan atau balas jasa yang diberikan perusahaan kepada tenaga kerja sebagai akibat dari prestasi yang telah diberikannya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Besarnya tingkat remunerasi untuk masing-masing perusahaan adalah berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya diantaranya, yaitu permintaan dan penawaran tenaga kerja, kemampuan perusahaan, kemampuan dan keterampilan tenaga kerja, peranan perusahaan, serikat buruh, besar kecilnya resiko pekerjaan, campur tangan pemerintah, dan biaya hidup. Dilihat dari sistemnya pembelian remunerasi dapat dibedakan atas prestasi kerja, lama kerja, senioritas atau lama dinas, kebutuhan, dan premi atau upah borongan

2. Pendidikan dan Latihan

Pendidikan dan latihan dipandang sebagai suatu invesatasi di bidang sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dari tenaga kerja. Agar penyelenggaraan pendidikan dan latihan berhasil secara efektif dan efisien, maka ada 5 (lima) hal yang harus di pahami, yaitu 1) adanya perbedaan individual, 2) berhubungan dengan analisa pekerjaan, 3) motivasi, 4) pemilihan peserta didik, dan 5) pemilihan metode yang tepat.

3. Pengertian dan Proses Perencanaan Tenaga kerja

Perencanaan tenaga kerja merupakan bagian integral dari perencanaan pembangunan. Rencana pembangunan memuat berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di seluruh sektor atau sub sektor.

Sedangkan pandangan yang lebih modern menyatakan bahwa, Productivity is a summary measure of the quantity and quality of work performance with resource utilization considered (Schermerhorn, 1984: 17)
Productivity is defined for our purpose as output per employee-hour, quality considered (Sutermeinster, 1976: 5)

Jadi dalam menentukan produktivitas tidak hanya dilihat faktor kuantitas saja, tetapi juga faktor kualitasnya.

Menurut Balai Pengembangan Produktivitas Daerah, ”Enam faktor utama yang menentukan produktivitas tenaga kerja: sikap kerja, tingkat keterampilan, hubungan antara tenaga kerja dan kepemimpinan, manajemen produktivitas, efisiensi tenaga kerja, dan kewiraswastaan.”

Selanjutnya Edi Humaidi (2006:21) dikutip dari Sedarmayanti (1995).
Ciri-ciri individu yang produktif:
1. tindakannya konstruktif;
2. percaya diri;
3. mempunyai tanggung jawab;
4. memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya;
5. mempunyai pandangan terhadap pekerjaannya;
6. mempunyai pandangan ke depan;
7. mampu menyelesaikan persoalan;
8. dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yng berubah;
9. mempunyai kontribusi positif terhadap lingkungan; dan
10. mempunyai kekuatan untuk mewujudkan potensinya.
(Husein Umar, 1999:11)

Buchori Zainun (1985: 50) dalam Edi Humaidi (2006: 21) mengemukakan faktor-faktor penentu produktivitas yaitu, ciri-ciri seseorang yang terdiri dari; kemampuan dan motivasi
1. faktor lingkungan terdiri dari; budaya, hukum, politik, ekonomi, sosial, dan teknologi; dan
2. iklim organisasi terdiri dari:
a. kebijakan dan filsafat manajemen
b. struktur tingkat pengupahan dan penghargaan:
• kondisi sosial
• gaya kepemimpinan
• syarat-syarat kerja dan hakekat kerja.

Sedangkan menurut J. Ravianto (1992:14) dalam Edi Humaidi (2006:21), ada beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan, seperti yang dinyatakan bahwa: ”Produktivitas tenaga kerja dipengaruhioleh berbagai faktor, baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun yang berhubungan dengan lingkungan perusahaan dan kebijaksanaan pemerintak secara keseluruhan, seperti; pendidikan dan latihan, disiplin, sikap dan etika kerja, motivasi, gizi dan kesehatan, tingkat penghasilan, dan jaminan sosial, lingkungan dan iklim kerja, hubungan industrial, teknologi dan cara produksi, manajemen dan kesempatan berprestasi.”

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa produktivitas tenaga kerja tidak hanya berasal dari kualitas individu itu sendiri tetapi juga faktor-faktor dari luar, seperti; lingkungan kerja serta gaya kepemimpinan.

Sedangkan menurut Simanjuntak (2001: 39) dalam Edi Humaidi (2006:22) tinggi rendahnya produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor; produktivitas dipengaruhi oleh tingkat pendidikan latihan, motivasi, etos kerja, mental dan kemmpuan fisik karyawan. Selanjutnya Jhon H. Dan Joyce E.A. Russel mengemukakan bahwa ada berapa faktor yang menetukan besar kecilnya produktivitas instansi.

1. Knowledge

Pengetahuan dan keterampilan sesungguhnya yang mendasari produktivitas. Konsep pengetahuan lebih berorientasi kepada intelegensi, daya pikir, dan penguasaan ilmu serta lebih pada wawasan yang dimiliki seseorang. Dengan demikian pengetahuan merupakan akumulasi hasil proses pendidikan kontribusi kepada seseorang di dalam pemecahan masalah, daya cipta, termasuk dalam melakukan atau menyelesaikan pekerjaan. Dengan pengetahuan yang luas dan pendidikan yang tinggi seorang pegawai diharapkan mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif.

2. Keterampilan

Keterampilan adalah kemampuan dan penguasaan teknis operasional mengenai bidang tertentu, yang bersifat kekaryaan. Keterampilan diperoleh dari proses belajar dan berlatih. Keterampilan berkaitan dengan kemempuan seseorang untuk melakukan atau menyelesaikan pekerjaan yang bersifat teknis. Dengan keterampilan yang dimilii oleh seorang pegawai diharapkan mampu menyelasaikan pekerjaan secara produktif.

3. Kemampuan

Kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimiliki seseorangpegawai. Yang termasuk faktor pembentuk kemampuan yaitu pengetahuan dan keterampilan.

4. Behaviors

Sangat erat hubungan antara kebiasaan dan perilaku. Attitude merupakan sutu kebiasaan yang terpolakan. Jika kebiasaan yang terpolakan tersebut memiliki implikasi positif dalam hubungannya dengan perilau kerja seseorang, maka akan menguntungkan.

Arti yang dimaksud diatas, apabila kebiasaan-kebiasaan yang dimaksudkan pegawai baik pula, maka hal tersebut akan menjamin perilaku pekerja yang baik pula. Dengan demikian prilaku manusia juga akan ditentukan kabiasaan-kebiasaan yang telah tertanam dalam diri pegawai tersebut, sehingga dapat mendukung kerja yang efektif. Dengan kondisi pegawai tersebut maka produktivitas dapat dipastikan dapat terwujud.

Ada beberapa dorongan dan upaya untuk memperluas produktivitas pegawai yang mempengaruhi efesiensi dan kualitas operasi. Analisis yang lebih mengkonsentrasikan pada kinerja pegawai akan memberikan pada dua factor utama:
1. keinginan atau motivasi pegawai untuk bekerja yang kemudian akan menghasilkan usaha-usaha pegawai tersebut; dan
2. kemampuan pegawai untuk bekerja.
(Ambar teguh Sulistiyani dan Rosidah, 2003:200)

Jadi setiap faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivitas memliki pengaruh yang berbeda terhadap produktivitas. Pengaruh pendidikan dan latihan pada keahlian dan sikap kerja. Kemajuan teknologi dan litbang jika direalisasikan hanya melalui tenaga kerja yang terampil, kemampuan kerja serta menejemen yang baik dengan kata lain melalui sumber daya manusia. Apabila seorang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang tinggi, diharapkan ia memiliki kemampuan yang tinggi pula.

Baca juga: