Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Definisi Berpikir Sejarah Diakronik dan Sinkronik

Secara etimologi,diakronik berasal dari bahasa yunani yang berarti melintas atau melewati khronus yang berarti perjalanan waktu. Diakronik yaitu suatu peristiwa yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya dan tidak begitu saja. Sedangkan sinkronik yaitu berasal dari bahasa yunani SYN,yaitu yang artinya sebagai ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam meluas dalam ruang tetapi dalam waktu yang terbatas. Ilmu sejarah memiliki sifat memiliki sifat yang diakronik,yaitu memanjang dalam waktu dan dalam ruangan terbatas. Sejarah sebagai ilmu tentu saja mempunyai metode sendiri, yang harus digunakan oleh seorang sejarawan dalam menulis suatu peristiwa sejarah. Dengan menggunakan metode tersebut seorang sejarawan akan mampu merekonstruksi suatu peristiwa sejarah dengan objektif. Ke-objektifan dalam menulis sejarah adalah sesuatu yang mutlak. Seperti yang diungkapkan sejarawan Jerman yang bernama Leopold Von Ranke (1795-1886) bahwa seorang sejarawan harus menulis “apa yang sesungguhnya terjadi”. Ilmu sejarah sendiri memiliki sifat yang diakronis yaitu memanjang dalam waktu dan dalam ruang yang terbatas. Ini sungguh berbeda dengan ilmu- ilmu sosial yang lebih bersifat sinkronis yaitu dalam ruang yang luas dan waktu yang terbatas.

Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari kata diachronich; ( dia dalam bahasa latin artinya melalui/ melampaui dan chronicus artinya waktu ). Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah mengenal adanya suatu proses kontinuitas atau berkelanjutan. Sehingga sejarah itu sendiri merupakan suatu rekonstruksi peristiwa masa lalu yang bersifat kronologis. Seorang sejarawan harus mampu melakukan rekonstruksi dan analisis peristiwa sejarah berdasar fakta yang mereka gunakan secara sistematis dan kronologis. Dalam menjelaskan atau merekonstruksi dan menjelaskan suatu peristiwa sejarah, seorang sejarawan dapat menggunakan dua model penulisan. Dua model penulisan tersebut adalah bersifat deskripsi-naratif dan bersifat deskriptif- eksplanatif. Menurut R. Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia model penulisan seperti ini lebih memberikan mengenai rangkaian kejadian dan peristiwa serba berjajar dan berderet- deret tanpa menjelaskan latar belakangnya, hubungan satu dengan lainya, serta sebab akibat dari peristiwa tersebut. Sedangkan model penulisan sejarah model kedua lebih kepada bagaimana seorang penulis tersebut mengungkapkan suatu peristiwa sejarah dengan disertai analisis-analisis yang mendalam mengapa peristiwa itu dapat terjadi. Model kedua ini juga meluaskan cakupan ruang dalam penulisanya, sehingga tidak terbatas pada satu ruang tersebut. Model penulisan seperti ini cenderung menggabungkan sifat sejarah yang diakronis dan ilmu-ilmu sosial yang sinkronis. Artinya, selain memanjang dalam waktu, sejarah juga melebar dalam ruang.

2.2.Konsep Berpikir Diakronik dan Sinkronik

            Cara berfikir sejarah dalam mengkaji peristiwa-peristiwa yang dipelajarinya terbagi menjadi empat konsep, yaitu konsep periodisasi, konsep kronologi, konsep kronik, dan historiografi. Untuk lebih mengerti, berikut penjelasannya :

  1. Konsep Periodisasi dalam Ilmu Sejarah

Secara umum periodisasi artinya tingkat perkembangan masa atau pembabakan suatu masa. Sedangkan periodisasi dalam sejarah berarti tingkat perkembangan masa dalam sejarah atau pembabakan masa dalam sejarah.

            Sejarah sejak manusia ada hingga saat ini tentulah sangat panjang dan terdapat banyak peristiwa atau kejadian dengan jumlah yang sangat banyak. Para ahli ataupun sejarawan akan kesulitan dalam memahami ataupun membahas masalah-masalah yang muncul dalam sejarah kehidupan manusia. Karena itu, untuk mempermudah memahaminya, para ahli kemudian menyusun suatu periodisasi sejarah atau pembabakan-pembabakan masa sejarah.

            Contoh periodisasi adalah periodisasi sejarah Eropa sampai sekarang. Terdiri dari sejarah Eropa Purba -> Sejarah Eropa Kuno -> Sejarah Eropa Abad Pertengahan -> Sejarah Eropa Zaman Renaisans dan Humanisme -> Sejarah Eropa Baru -> Sejarah Eropa Modern. Untuk mempermudah pemahaman sejarah Eropa secara utuh, maka dilakukan pembabakan masa atau periodisasi yang setiap periode waktunya memiliki ciri-ciri tersendiri.

  1. Konsep Kronologi dalam Ilmu Sejarah

            Kehidupan umat manusia diliputi oleh berbagai perkembangan, baik dalam tingkat yang sangat sederhana sampai yang lebih kompleks. Setiap masa dalam kehidupan manusia selalu diliputi oleh peristiwa. Peristiwa itu bisa besar seperti Perang Dunia I dan II, Proklamasi kemerdekaan, dan lain-lain. Bisa pula peristiwa kecil dari umat manusia seperti kenaikan tahta seorang raja, ikatan pernikahan dan sebagainya. Inilah sebabnya ilmu sejarah merupakan suatu ilmu yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia.

Dengan kompleksnya peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia, maka setiap peristiwa diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan jenis-jenis peristiwa tersebut. Disinilah kemudian konsep kronologis berfungsi, peristiwa yang telah diklasifikasikan tadi, disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu kejadian dari peristwa-peristiwa tersebut.

sumber :

Shadow Fighter Legend 1.1.0 Apk + Mod (Unlimited Money)

You might be interested in …

Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol

Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol

Perikanan

Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol Pada tahun 2011 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan target budidaya sebesar 6.847 juta ton, dan sampai 2014 diharapkan target produksi ikan budidaya berada di posisi 16,8 juta ton, sebagaimana tertulis dalam Rencana Strategis (Renstra KKP 2010-2014). Sejalan dengan target budidaya tersebut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP […]

Read More
Belut Sawah atau Sugili (Monopterus albus Zeuiew)

Belut Sawah atau Sugili (Monopterus albus Zeuiew)

Perikanan

Belut Sawah atau Sugili (Monopterus albus Zeuiew)  Nama belut di beberapa daerah memiliki sebutan yang berbeda, seperi welut, belut sawah, atau lindung (jawa dan sunda) dan sugile atau sugili (Manado). Habitat asli belut Berdasarkan habitat aslinya, dikenal 3 jenis belut, yaitu belut rawa (synbranchus bengalensis Mc clell, belut kali atau laut (macrotema caligans Cant), dan […]

Read More
Teknik Pemeliharaan Larva Kerapu Kertang Di Bak Terkontrol

IKAN KERAPU KERTANG

Perikanan

IKAN KERAPU KERTANG Habitat Jika pada umumnya anda menemukan kerpau yang dijual di pasar ukurannya tidak melebihi 50cm, maka kerapu yang satu ini mungkin dapat mengejutkan anda karena ukurannya yang mencapai 270cm. Ikan kerapu kertang adalah ikan bertulang keras terbesar ynag menghuni ekosistem terumbu karang. Seekor kerapu kertang dapat memiliki bobot hingga 400 kilogram, sehingga […]

Read More