Creative Accounting

Creative Accounting

Creative Accounting

Creative Accounting
Creative Accounting
Creative Accounting adalah semua proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk di dalamnya standar, teknik, dll) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan (Amat, Blake dan Dowd, 1999). Pihak-pihak yang terlibat di dalam proses creative accounting, seperti manajer, akuntan (sepengetahuan saya jarang sekali ditemukan kasus yang melibatkan akuntan dalam proses creative accounting karena profesi ini terikat dengan aturan-aturan profesi), pemerintah, asosiasi industri, dll.
Creative accounting melibatkan begitu banyak manipulasi, penipuan, penyajian laporan keuangan yang tidak benar, seperti permainan pembukuan (memilih penggunaan metode alokasi, mempercepat atan menunda pengakuan atas suatu transasksi dalam suatu periode ke periode yang lain). Watt dan Zimmerman (1986), menjelaskan bahwa manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan digolongkan menjadi 3 buah hipotesis :
1. Bonus Plan Hyphotesis
Perilaku dari seorang manajer sering kali dipengaruhi dengan pola bonus atas laba yang dihasilkan. Tindakan yang memacu para manajer untuk mealkaukan creative accounting, seringkali dipengaruhi oleh pembagian besaran bonus yang tergantung dengan laba yang akan dihasilkan. Pemilik perusahaan umumnya menetapkan batas bawah, sebagai batas terendah untuk mendapatkan bonus. Dengan teknik seperti ini, para manajer akan berusaha menaikkan laba menuju batas minimal ini. Jika sang pemilik juga menetapkan bats atas atas laba yang dihasilkan, maka manajer akan berusaha mengurangi laba sampai batas atas dan mentransfer data tersebut pada periode yang akan dating. Perilaku ini dilakukan karena jika laba melewati batas atas tersebut, manajer tidak akan mendapatkan bonus lagi.
2. Debt Convenant Hyphotesis
Merupakan sebuah praktek akuntansi mengenai bagaimana manajer menyikasi perjanjian hutang. Sikap yang diambil oleh manjer atas adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya degan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya.
3. Political Cost Hyphotesis
Sebuah tindakan yang bertujuan untuk menampilkan laba perusahan lebih rendah lewat proses akuntansi. Tindakkan ini dipengaruhi oleh jika laba meningkat, maka para karyawan akan melihat kenaikan aba tersebut sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kenaikan gaji. Pemerintah pun melihat pola kenaikan ini sebagai objek pajak yang akan ditagih.
Contoh 1: (Kreativitas dalam hal profitabilitas)
Perusahaan PT. ABC lebih menggunakan metode FIFO dalam metode arus
persediaannya. Karena dari sisi FIFO akan menghasilkan profit lebih besar dibandingkan LIFO, atau Average. Hal ini dilakukan karena Asumsi Inflasi Besar. FIFO dapat dianggap sebagai sebuah pendekatan yang logis dan realistis terhadap arus biaya ketika penggunaan metode identifikasi khusus tidak memungkinkan atau tidak praktis.  FIFO mengasumsikan bahwa arus biaya yang mendekati parallel dengan arus fisik yang terjual. Beban dikenakan pada biaya yang dinilai melekat pada barang Jika perusahaan dengan tingkat persediaan yang tinggi sedang mengalami kenaikan biaya persediaan yang signifikan, dan kemungkinan tidak akan mengalamipenurunan persediaan di masa depen, maka LIFO memberikan keuntungan arus kas yang substansial dalam hal penundaan pajak. Ini adalah alasan utama dari penerapan LIFO oleh kebanyakan perusahaan. Bagi banyak perusahaan dengan tingkat persediaany ang kecil atau dengan biaya persediaan yang datar atau menurun, maka LIFO hanya memberikan keuntungan kecil dari pajak. Perusahaan seperti ini memilih untuk tidak menggunakan LIFO.
Contoh 2 : (Kreativitas dalam hal Profitabilias)
PT. ABC lebih memilih Metode Depresiasi Saldo menurun dibandingkan Garis Lurus dalam melakukan penyusutan peralatan kantornya.
Contoh 3 : (Kreativitas dalam hal mengecilkan Pajak dan Kepentingan Pemegang Saham tetap Aman)

You might be interested in …

Definisi, Prinsip, Indikator & Contoh pH Meter

Definisi, Prinsip, Indikator & Contoh pH Meter

Pendidikan

Definisi, Prinsip, Indikator & Contoh pH Meter     Prinsip Kerja pH Meter pH meter adalah sebuah perangkat untuk pengukuran pH. pH meter yang tak lain hanya voltmeter yang tepat terhubung ke pH elektroda berupa elektroda ion selektif. Tegangan yang dihasilkan oleh elektroda pH adalah proporsional ke logarithm dari aktifitas H+. pH meter voltameter layar […]

Read More
SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1945-1949

SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1945-1949

Pendidikan

SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1945-1949 Sistem presidensial menjadi sistem pemerintahan Indonesia sejak pertama kali mendeklarasikan kemerdekaan pada 1945. Hal ini tak lepas dari bentuk negara Indonesia yang berbentuk kesatuan, bentuk pemerintahannya republik dan konstitusinya adalah UUD 1945. Pada masa ini presiden merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, sehingga kewenangan presiden meliputi pengambilan keputusan, kebijakan, pengaturan […]

Read More
Mahasiswa Fikom Ubhara Jaya Belajar Buat Event

Mahasiswa Fikom Ubhara Jaya Belajar Buat Event

Pendidikan

Mahasiswa Fikom Ubhara Jaya Belajar Buat Event Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menghelat Futsal Cup Fikom UBJ 2019 tingkat SMA/SMK se-Kota Bekasi. Kegiatan yang dipanitiai oleh mahasiswa konsentrasi Public Relation tersebut untuk mengasah kemampuan mereka dalam membuat event. Sebanyak 12 tim mengikuti turnamen futsal pada 13-14 Juli 2019 di […]

Read More