Carl Gustav Jung (1875-1961)

Carl Gustav Jung (1875-1961)

Carl Gustav Jung (1875-1961)

Carl Gustav Jung (1875-1961)
Carl Gustav Jung (1875-1961)

Dikenal mengembangkan Analytical Psychology. Sebagai murid Freud, Jung juga mengajukan keberatan terhadap beberapa konsep utama Freud yang menyebabkan hubungan keduanya renggang dan retak. Perbedaan utama Jung dan Freud terletak pada pandangan mereka tentang ketidaksadaran. Meskipun keduanya sama-sama menekankan ketidaksadaran sebagai penentu perilaku manusia (bahkan Jung lebih kuat dalam hal ini), tapi mereka berbeda posisi tentang asal ketidaksadaran ini. Freud mengatakan bahwa unsur seksual adalah faktor utama dan dominan dalam ketidaksadaran sementara Jung sangat tidak setuju dgn pandangan ini dan menyatakan bahwa sumber ketidaksadaran adalah warisan dari nenek moyang sehingga sifatnya sosial dan tergantung kelompok ras

  • Jung lahir di Swiss, ayahnya adalah pendeta dan unsur religius nantinya akan banyak berperan dalam pemikiran-pemikirannya. Ia belajar kedokteran di Universitas Basel, lulus 1900. Kemudian ia ditunjuk bekerja di klinik psikiatri Universitas Zurich tahun 1909. Ia adalah ketua pertama International Psychoanalitic Association tahun 1911. Tahun 1914 ia mengundurkan diri dari posisinya tersebut dan mendirikan analytical psychology. Pada tahun 1920an ia banyak melakukan ekspedisi lapangan ke Afrika dan Amerika Selatan sambil meneliti dan mengembangkan teorinya. Ekspedisi ini secara signifikan mempengaruhi teori-teorinya yang kental unsur budayanya. Tahun 1948 C.G. Jung Institute didirikan di Zurich untuk mengembangkan teorinya dan teknik terapinya.
  • Jung menekankan pada aspek ketidaksadaran dengan konsep utamanya, collective unconscious. Konsep ini sifatnya transpersonal, ada pada seluruh manusia. Hal ini dpt dibuktikan melalui struktur otak manusia yang tidak berubah. Collective unconscious terdiri dari jejak ingatan yang diturunkan dari generasi terdahulu, cakupannya sampai pada masa pra-manusia. Misalnya, cinta pada orangtua, takut pada binatang buas,dan lain-lain. Collective unconscious ini menjadi dasar kepribadian manusia karena didalamnya terkandung nilai dan kebijaksanaan yang dianut manusia.
  • Ide-ide yang diturunkan atau primordial images disebut sebagai archetype. Terbentuk dari pengalaman yang berulang dalam kurun waktu yang lama. Ada beberapa archetype mendasar pada manusia, yaitu persona, anima, shadow, self. Archetype inilah yang menjadi isi collective unconsciousness.

Sumber : https://galleta.co.id/

You might be interested in …

PENGERTIAN BENCANA ANGIN TOPAN

Pendidikan

PENGERTIAN BENCANA ANGIN TOPAN Yang disebut angin topan adalah sebuah pusaran angin yang kencang dengan kecepatan angin kurang lebih 120 km/jam yang akan sering terjadi di wilayah-wilayah tropis di antara sisi garis utara dan selatan terkecuali di daerah yang sangat dekat dengan garis khatulistiwa. Penomena angin topan dapat terjadi disebabkan oleh perbedaan tekanan suhu pada suatu […]

Read More

Mewujudkan Pertmbuhan Ekonomi Yang Teguh

Pendidikan

Mewujudkan Pertmbuhan Ekonomi Yang Teguh Tujuan ini merupakan tujuan makroekonomi jangaka panjang. Ada 2 alasan yang menyebabkan suatu negara harus berusaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang teguh dalam jangka panjang, yaitu: 1)      Untuk menyediakan kesempatan kerja kepada tenaga kerja yang selalu  bertambah. 2)      Untuk menaikkan tingkat kemakmuran masyarakat. Mengukur Neraca Pembayaran Dan Kurs Valuta Asing. Neraca pembayaran yang […]

Read More
Pemerintah Janji Berikan Pendidikan Berkualitas dan Merata

Pemerintah Janji Berikan Pendidikan Berkualitas dan Merata

Pendidikan

Pemerintah Janji Berikan Pendidikan Berkualitas dan Merata     Pemerintah berjanji untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada seluruh masyarakat. Pemerintah juga berkomitmen memberikan pendidikan secara merata di seluruh Indonesia. Berkaitan janji tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengunjungi Provinsi Bengkulu. Puan mengawali dengan mengunjungi SD Negeri 61 dan PAUD Melati […]

Read More