Cara Merawat Burayak Ikan Cupang Biar Tidak Mati

Cara Merawat Burayak Ikan Cupang Biar Tidak Mati

Cara Merawat Burayak Ikan Cupang Biar Tidak Mati

Cara Merawat Burayak Ikan Cupang Biar Tidak Mati
Cara Merawat Burayak Ikan Cupang Biar Tidak Mati

Bagaimana cara merawat burayak ikan cupang semoga tidak mati? Dalam rangka membudidayakan ikan cupang, mau tidak mau Anda harus merawat burayak yang menetas dari telur ikan tersebut. Bentuk perawatannya harus dilakukan secara hati-hati mengingat burayak masih memiliki kondisi yang sangat lemah. Tidak duduk perkara apakah Anda ingin memelihara burayak tersebut di bak indoor maupun outdoor.

Kunci utama yang menentukan keberhasilan merawat anakan ikan cupang yaitu kualitas air dan pinjaman pakan. Air harus dipastikan selalu dalam keadaan bersih. Begitu pun dengan pakan, burayak-burayak ini harus senantiasa dalam kondisi kenyang semoga dapat bertahan hidup. Kesalahan umum yang paling sering dilakukan oleh peternak yaitu memperlihatkan makanan secara berlebihan sehingga mencemari air. Jika Anda tertarik untuk merawat burayak ikan cupang, silakan ikuti saran-saran dari kami sebagai berikut!

Persiapan Kolam Pemeliharaan

Tempat pemeliharaan burayak ikan cupang sebaiknya berupa kolam, baik semen ataupun tanah liat. Semakin luas ukuran bak ini akan semakin baik karena dapat mengurangi tingkat kepadatan populasi dan mencegah terjadinya wabah penyakit. Anda boleh menggunakan akuarium, tetapi jangan kecewa kalau alhasil tidak semaksimal pemakaian kolam.

Kolam pemeliharaan ini sebaiknya diletakkan di dalam rumah. Jika mau outdoor, pastikan bak berada di kawasan yang terlindung sehingga terhindar dari terik matahari dan air hujan. Masukkan beberapa tanaman air ke dalam bak misalnya eceng gondok, hydrilla, rumput air, atau javamoss. Setelah diisi dengan air bersih, bak mampu ditutup menggunakan tripleks atau kawat kasa untuk menjaga kestabilan suhu di dalamnya. Nantinya air ini mampu diganti seminggu sekali cukup 1/3 dari total volumenya.

Penanganan Indukan Ikan Jantan

Selama dalam masa awal pertumbuhannya, burayak ikan cupang biasanya dirawat oleh si bapaknya. Namun kadang kala indukan ikan jantan ini memiliki perangai yang liar dan kerap memangsa anaknya sendiri. Apabila indukan jantan gres pertama kali memiliki keturunan, biarkan ia merawat burayak-burayaknya selama mungkin. Tetapi jikalau indukan pernah mempunyai anak sebelumnya, disarankan untuk mengeluarkan indukan jantan ini secepat mungkin saat anak-anaknya sudah dapat berenang dengan lancar. Biasanya sekitar umur 3-5 hari.

Pemberian Pakan secara Tepat

Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberlangsungan hidup burayak ikan cupang. Setelah menetas dari telurnya, semua burayak tersebut mempunyai cadangan makanan dari kuning telur yang menempel di perutnya. Oleh alasannya yaitu itulah burayak jangan diberi makanan terlebih dahulu hingga cadangan makanan tersebut habis. Kira-kira antara 3-5 hari.

Kami biasanya memperlihatkan pakan kepada burayak setelah berusia 4 hari. Pakan yang digunakan berupa liquifry dengan dosis 1 tetes/40 liter air. Pola pinjaman pakan ini sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit semoga tidak mencemari kondisi air.

Setelah burayak berumur minimal 14 hari, Anda mampu memberinya makanan berupa pakan hidup. Cobalah pakai kutu air yang disaring terlebih dahulu supaya halus. Anakan-anakan ikan cupang yang karnivora ini umumnya akan lebih menyukai pakan yang masih dalam keadaan hidup.

Kemudian pada usia 20 hari, Anda mampu mulai memberikannya pakan berupa kuning telur rebus. Kesalahan peternak awam biasanya sudah memperlihatkan telur rebus ini pada tahap perkembangan awal ikan cupang sehingga berisiko besar mencemari air di dalam kolam. Setelah anakan berumur 1 bulan, Anda mampu memberinya pakan yang lebih bervariasi ibarat cacing sutera, cacing darah, kutu air, jentik nyamuk, dan lain-lain.