Cara bersuci dari najis dan sarana thaharoh

Cara bersuci dari najis dan sarana thaharoh

Cara bersuci dari najis dan sarana thaharoh

Cara bersuci dari najis dan sarana thaharoh
Cara bersuci dari najis dan sarana thaharoh

Cara Bersuci dari Hadats

Seseorang yang berhadats kecil ataupun besar bila hendak mengerjakan sholat atau ibadah yang lainnya, yang berhubungan langsung dengan Allah harus menyucikan diri dengan cara berwudhu’ ataupun tayammum apabila berhadats kecil, dan apabila berhadats besar dengan cara mandi atau tayammum.

“Hai orang-orang yang beriman,apabila kamu hendak mengerjakan shalat,maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan basulah kakimu sampai kedua mata kaki,dan jika kamu junub maka mandilah,dan jika kamu sakit dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air,atau menyentuh perempuan,lalu kamu tidak memperoleh air maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih).sapulah tanganmu dengan tanah itu.Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatnya bagimu,supaya kamu bersyukur”.(al-maidah;6)
Cara Bersuci dari Najis

Najis terbagi menjadi 3 ;

1. Najis Mukhaffah

Najis ringan,contah : Kencing anak laki-laki yang belum berusia 2tahun dan belum makan apapun selain ASI
Kaifiyat najis ini cukup dengan memercikan air di atas benda yang terkena najis.
“Sesungguhnya ummu Qais datang kepada Rosulullah SAW,bersama anak-anaknya yang belum makan apapun selain ASI,kemudian Rosulullsah memangku anak tersebut.Anak itu mengompol dipangkuannya lalu beliau meminta air dan memercikan di atas benda yang terkena najis dan beliau tidak membasuhnya”(H.R Bukhori dan Muslim)

2. Najis Mutawasith

Najis sedang,najis ini di bagi menjadi 2 macam :

a. Najis Ainiyah
Najis yang tampak zatnya secara lahir dan jelas warna,bau,serta rasa.(cara mensucikannya membasuhnya dengan air sampai hilang ketiga sifatnya)
b. Najis Hukmiyah
Najis yang kita yakini adanya tetapi tidak tampak ketiga sifatnya.Cara menghilangkan najis ini hanya dengan mengalirkan air di atas benda yang terkena najis.
Di samping kedua najis tersebut ada juga najis yang dima’fu (dima’afkan),contoh:darah nyamuk,lalat,dsb.

3. Najis Mugholadhoh

Najis besar,termasuk dalam najis ini adalah anjing,babi, dan keturunannya.Cara menyucikan najis ini adalah menyucinya 7 kali dengar air yang salah satunya dicampur dengan pasir.
“Abu Hurairah ra berkata,Rosulullah SAW bersabda: Sucinya bejana seseorang yang telah dijilat anjing,hendaklah dibasuh 7 kali salah satu dari 7 itu dicampur dengan tanah”(HR.Muslim)

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/bacaan-teks-khutbah-nikah-bahasa-arab-latin-dan-terjemahannya/