BKKBN Menghadap Ma’ruf, Bicarakan Upaya Tekan Pernikahan Dini

BKKBN Menghadap Ma'ruf, Bicarakan Upaya Tekan Pernikahan Dini

BKKBN Menghadap Ma’ruf, Bicarakan Upaya Tekan Pernikahan Dini

BKKBN Menghadap Ma'ruf, Bicarakan Upaya Tekan Pernikahan Dini
BKKBN Menghadap Ma’ruf, Bicarakan Upaya Tekan Pernikahan Dini

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadap Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk meminta arahan terkait program ke depan. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan salah satu hal yang dibahas adalah upaya menekan angka pernikahan dini.

Kepada Ma’ruf, Hasto menyampaikan rencana BKKBN

untuk bekerja sama dengan Kemendikbud agar kesehatan dan reproduksi dapat dimasukkan ke dalam kurikulum. Dia menilai materi tersebut penting agar siswa, khususnya perempuan, dapat memahami mengenai cara kerja sistem reproduksi di tubuhnya.
“Perempuan-perempuan usia 16 tahun itu enggak ngerti tentang dirinya. Dia tidak ngerti kalau hubungan seks pada usia 16 tahun itu sangat terlibat dalam meningkatkan kanker mulut rahim, dia enggak ngerti. Pacarnya atau partnernya yang laki-laki sih easy going saja. Dia begitu hubungan seks, dia pergi, enggak punya risiko,” kata Hasto di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (29/1).
Hasto di Kantor Wapres
Hasto di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (29/1). Foto: Nadia Riso/kumparan
Menurutnya, topik reproduksi penting dimasukkan dalam kurikulum agar mereka semakin mengerti alat dan fungsi reproduksi yang dimiliki. Ia menegaskan topik reproduksi dalam kurikulum bukan berarti mengajari murid untuk seks.

“Kita tidak ajari seks, loh, kita mengajari reproduksi. Katakanlah anak SD kena gondongan

ini kan spermanya hancur. Kalau dia tidak diberi tahu bagaimana, kalau negara-negara maju kan ngerti. Oh kalau ada anak kecil umur SD, SMP kena gondongan harus segera sembuh karena spermanya habis,” jelasnya.
Hasto memahami topik mengenai reproduksi sangat tabu dibahas di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, menurutnya, anak sejak dini harus diberikan pengertian mengenai reproduksi tubuhnya. Selain itu dapat menekan pernikahan dini.
Ilustrasi pernikahan dini
Ilustrasi pernikahan dini. Foto: Muhammad Faisal N/kumparan

Untuk itu, Hasto berencana menggandeng pemuka agama seperti ustaz dan kiai

terkait bagaimana caranya menjelaskan reproduksi kepada anak-anak.
“Saya punya pengalaman sebagai bupati di Kulonprogo. Saya membuat modul, modul itu saya komunikasikan dengan kiai, dengan ulama bisa. Oh ini misalnya menerangkan apa ini, ini enggak boleh kata kiai karena gambarnya porno. Oh ya sudah saya ganti pisang. Gambar pisang boleh. Kan ada mediasi yang bisa kita terima,” tuturnya.
Hasto mengaku optimistis topik reproduksi bisa dimasukkan ke dalam kurikulum dan dapat menekan pernikahan dini. Meski, kata dia, Mendikbud Nadiem Makarim belum memberikan sinyal karena masih mempertimbangkan berbagai hal.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/

You might be interested in …

Pengertian Pajak Lengkap

Pengertian Pajak Lengkap

Pendidikan

Pengertian Pajak Lengkap Pengertian Pajak Menurut Para Ahli Pajak adalah iuran yang dibayarkan rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang dan sifatnya dapat dipaksakan kepada obyek pajak. Obyek pajak tidak mendapatkan balas jasa dari negara secara langsung. Pajak dipungut negara kepada warga negaranya berdasarkan pada norma hukum yang telah diatur. Hasil pungutan pajak digunakan untuk membiayai operasional […]

Read More
Soal Essay (Teori Organisasi umum)

Soal Essay (Teori Organisasi umum)

Pendidikan

Soal Essay (Teori Organisasi umum) 1. Apa yang dimaksud dengan Prinsip Skala Hirarkhi….. Jawab : Suatu Organisasi yang berada di garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinanĀ  sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan, dan akan menunjang efektifitas jalannya organisasi secara keseluruhan. 2. Apa yang dimaksud dengan Budaya Organisasi….. Jawab : nilai-nilai […]

Read More
Pencegahan dan Penanggulangan Cybercrime

Pencegahan dan Penanggulangan Cybercrime

Pendidikan, Umum

Pencegahan dan Penanggulangan Cybercrime Tindak pidana cybercrime memakan korban yang tidak sedikit jumlahnya, terutama dari sisi finansial. Sebagian besar korban hanya bisa menyesali apa yang sudah terjadi. Mereka berharap bisa belajar banyak dari pengalaman yang ada, yang perlu dilakukan sekarang adalah melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dapat merugikan kita sebagai pelaku IT.   Pencegahan Cybercrime […]

Read More