Behaviorisme

Behaviorisme

Behaviorisme

Behaviorisme
Behaviorisme

Behaviorisme muncul sebagai kritik lebih lanjut dari strukturalisme Wundt. Meskipun didasari pandangan dan studi ilmiah dari Rusia, aliran ini berkembang di AS, merupakan lanjutan dari fungsionalisme.

Behaviorisme secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan diri pada proses-proses mental.

Meskipun pandangan Behaviorisme sekilas tampak radikal dan mengubah pemahaman tentang psikologi secara drastis, Brennan (1991) memandang munculnya Behaviorisme lebih sebagai perubahan evolusioner daripada revolusioner. Dasar-dasar pemikiran Behaviorisme sudah ditemui berabad-abad sebelumnya.

PEMIKIRAN PENDAHULU

1. Para pemikir bidang filsafat

  • Pemikiran para filsuf masa Yunani kuno kelompok orientasi biologis yang berusaha menjelaskan aktivitas manusia dalam bentuk reaksi mekanistis dari proses-proses biologis, misalnya Hippocrates.
  • pandangan John Locke yang menekankan pada lingkungan sebagai penentu perilaku manusia, jiwa dianggap pasif.
  • pandangan empirisme dan asosiasionisme sangat mewarnai behaviorisme. Adaptasi manusia terhadap lingkungan dilakukan melalui proses belajar yang berusaha dijelaskan secara empirik dan menggunakan proses asosiasi.

2. Bidang reflexologi

  • Riset-riset di bidang reflexologi di Rusia, adalah pengaruh yang relatif dekat pada behaviorisme dibanding pandangan-pandangan di atas. Reflexologi bertujuan menggali dasar fisiologis dari proses-proses behavioral. Mereka melakukan ini bukan dlm konteks pengembangan ilmu psikologi, karena para ahli ini sebenarnya adalah ahli fisiologis. Jadi aspek psikologis sudah dengan sendirinya tercakup dalam riset fisiologis mereka.
  • Tokoh penting reflexologi Rusia : Ivan Petrovich Pavlov. Seorang yang berlatar pendidikan fisiologi hewan dari Universitas St. Petersburg (lulus 1875), juga memiliki latar belakang kedokteran. Pernah menempuh pendidikan di Jerman dan memperoleh gelar profesor di bidang farmakologi dan fisiologis. Riset-risetnya tentang proses fisiologis dalam sistem pencernaan mengantarkannya memperoleh Hadiah Nobel pada tahun 1904. Pavlov sendiri selalu menolak disebut sbg. psikolog dan lebih suka dikenal sebagai seorang ahli fisiologis karena menurutnya bidang psikologi adalah bidang yang terlalu abstrak dan spekulatif dibandingkan dengan fisiologis yang lebih empirik. Ia bahkan selalu merasa skeptik dgn psikologi
  • Dalam bidang psikologi, Pavlov dikenal karena penemuannya dalam proses kondisioning. Penemuan ini diperoleh melalui riset dengan anjingnya, secara tidak direncanakan. Bahkan di awalnya Pavlov agak ragu untuk meneruskannya karena arahnya dianggap terlalu ‘psikologis’ dan berarti abstrak. Namun ia memtuskan utk meneruskannya karena karakteristik percobaan ini lebih bersifat fisiologis.
  • Teori utama Pavlov:a. respon-respon yang terjadi dalam proses kondisioning :

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/

You might be interested in …

Definisi Kedwibahasaan

Definisi Kedwibahasaan

Pendidikan

Definisi Kedwibahasaan   Kedwibahasaan sebagai akibat adanya kontak bahasa berubah-ubah dan merupakan istilah yang bersifat relatif atau nisbi. Berikut ini beberapa definisi kedwibahasaan. 1. Weinreich Kedwibahasaan adalah kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian 2. Bloomfield Merumuskan kedwibahasaan sebagai penguasaan yang sama baiknya atas dua bahasa atau native like control of two languages. Penguasaan […]

Read More
Kurtilas

Ada yang Salah dengan Kurikulum 2013 Kurtilas

Pendidikan

Ada yang Salah dengan Kurikulum 2013 Kurtilas Kurtilas ( Kurikulum 2013) atau bisa juga disingkat K13 yaitu suatu sistem kurikulum bentukan baru dari pemerintah dimana dalam proses kegiatan belajar mengajarnya para siswa diharapkan bisa lebih aktif dalam mencari dan menyampaikan materi tersebut atau mengemukakan materi kepada teman yang lain kemudian ditanggapi oleh teman yang lainnya. […]

Read More
Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan

Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan

Pendidikan

Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan Pemerintah pusat menganggarkan Rp 444 triliun untuk sektor pendidikan pada 2018. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen anggaran ditujukan untuk transfer daerah. Ini artinya, pemerintah daerah selaku pemangku kebijakan pendidikan mempunyai kewenangan mengatur dana pendidikan yang diterimanya. Seperti dikutip dari Kompas, Jumat 14 September 2018, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan […]

Read More