Bank Dunia (World Bank)

Bank Dunia (World Bank)

Setelah tahun 1997, tingkat korupsi menjadi salah satu pertimbangan atau prakondisi dari bank dunia (baik World Bank maupun IMF) memberikan pinjaman untuk negara-negara berkembang. Untuk keperluan ini, World Bank Institute mengembangkan Anti-Corruption Core Program yang bertujuan untuk menanamkan awareness mengenai korupsi dan pelibatan masyarakat sipil untuk pemberantasan korupsi, termasuk menyediakan sarana bagi negara-negara berkembang untuk mengembangkan rencana aksi nasional untuk memberantas korupsi.

Program yang dikembangkan oleh Bank Dunia didasarkan pada premis bahwa untuk memberantas korupsi secara efektif, perlu dibangun tanggung jawab bersama berbagai lembaga dalam masyarakat. Lembaga-lembaga yang harus dilibatkan diantaranya pemerintah, parlemen, lembaga hukum, lembaga pelayanan umum, watchdog institution seperti public-auditor dan lembaga atau komisi pemberantasan korupsi, masyarakat sipil, media dan lembaga internasional (Haarhuis : 2005).

Oleh Bank Dunia, pendekatan untuk melaksanakan program anti korupsi dibedakan menjadi 2 (dua) yakni (Haarhuis : 2005), pendekatan dari bawah (bottom-up) dan pendekatan dari atas (top-down).

Pendekatan dari bawah berangkat dari 5 (lima) asumsi yakni :

  1. Semakin luas pemahaman atau pandangan mengenai permasalahan yang ada, semakin mudah untuk meningkatkan awareness untuk memberantas korupsi.
  2. Network atau jejaring yang baik yang dibuat oleh world bank akan lebih membantu pemerintah dan masyarakat sipil (civil society). Untuk itu perlu dikembangkan rasa saling percaya serta memberdayakan modal sosial (social capital) dari masyarakat.
  3. Perlu penyediaan data mengenai efesiensi dan efektifitas pelayanan pemerintah melalui corruption diagnostics. Dengan penyediaan data dan pengetahuan yang luas mengenai problem korupsi, reformasi administratif-politis dapat disusun secara lebih baik. Penyediaan data ini juga dapat membantu masyarakat mengerti bahaya serta akibat buruk dari korupsi.
  4. Pelatihan-pelatihan yang diberikan, yang diambil dari toolbox yang disediakan oleh world bank dapat membantu mempercepat pemberantasan korupsi. Bahan-bahan yang ada dalam toolbox harus dipilih sendiri oleh negara di mana diadakan pelatihan, karena harus menyesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.
  5. Rencana aksi pendahuluan yang dipilih atau dikonstruksi sendiri oleh negara peserta, diharapkan akan memiliki trickle-down effect dalam arti masyarakat mengetahui pentingnya pemberantasan korupsi.

Untuk pendekatan dari atas atau top-down dilakukan dengan melaksanakan reformasi di segala bidang baik hukum, politik, ekonomi maupun administrasi pemeritahan.

Corruption is a symptom of a weak state and weak institution (Haarhuis : 2005), sehingga harus ditangani dengan cara melakukan reformasi di segala bidang. Pendidikan Anti Korupsi adalah salah satu strategi atau pendekatan bottom-up yang dikembangkan oleh World Bank untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya korupsi.

sumber :
https://deevalemon.co.id/seva-mobil-bekas/

You might be interested in …

Contoh - Contoh Kategori Cyber Crime

Contoh – Contoh Kategori Cyber Crime

Pendidikan, Umum

Contoh – Contoh Kategori Cyber Crime 1. Dengan kekerasan atau potensial mengandung kekerasan Serangan dengan ancaman (assault by threat) : Dilakukan dengan email, dimana pelaku membuat orang takut dengan cara mengancam target atau orang yang dicintai target Penguntitan di internet (cyberstalking) : Pelecehan seksual melalui internet yang menciptakan ketidaknyamanan dapat berkembang menjadi ancaman fisik dan […]

Read More

Jenis – Jenis Terong

Pendidikan

Jenis – Jenis Terong Terong banyak jenisnya, yaitu : Terong Telunjuk Terong ini berbentuk seperti telunjuk, berukuran sedang dan berwarna hijau muda. Biasanya terong jenis ini diolah menjadi balado, semur, atau pencak. Terong Belanda Bentuk terong ini oval sebesar telur. Waktu muda berwarna kuning, ketika matang kulitnya berubah menjadi keunguan. Rasa terong ini asam, biasanya […]

Read More
Pensi SMAN 1 Jambi Berlangsung Semarak, Fasilitasi Kreatifitas Seni Siswa

Pensi SMAN 1 Jambi Berlangsung Semarak, Fasilitasi Kreatifitas Seni Siswa

Pendidikan

Pensi SMAN 1 Jambi Berlangsung Semarak, Fasilitasi Kreatifitas Seni Siswa SMAN 1 Kota Jambi mengelar pentas seni (Pensi) pada Kamis (15/2) lalu. Kegiatan menjadi wadah bagi siswa dalam menampilkan kreatifitas seni dan bakat yang dimikili. Berbagai penampilan dari kreatifitas siswa ditampilkan, di antaranya tari, vokal solo dan group, music dan berbagai kegiatan lain sebagainya. Pembukaan […]

Read More