Ascomycotina

Ascomycotina

Ascomycotina

Ascomycotina

Ascomycota merupakan

divisi terbesar dalam kingdom fungi. Jumlah anggota mencapai dari 60.000 spesies. Ciri utama dari divisi ascomycota adalah membentuk spora seksual yang disebut akospora. Akospora terbentuk kedalam kaksus, yaitu suatu tubuh buah khusus yang bentuknya menyerupai mangkuk atau botol. Tidak seperti Zygomycota, Ascomycota memiliki hifa bersekat. Anggota Ascomycota cukup beragam, ada yang bersel satu, misalnya yeast atau ragi (S. cerevisae); ada pula yang bersel banyak, contohnya Penicillium dan ada pula yang membentuk tubuh buah, seperti Netrica dan peziza. Pada umumnya anggota Ascomycotina adalah jamur bersel banyak. Seperti halnya Zygomycota, Ascomycota bersel banyak, reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membentuk konidiospora atau sering disebut konidia (tunggal: konidium) saja (Lihat gambar 4.16). Konidia terbentuk pada ujung hifa khusus yang tumbuh tegak, yang disebut konidofor. Warna dari konidia bermacam-macam, ada yang hitam, merah, biru, dan hijau, bergantung pada jenis jamurnya. Konidia yang telah masak, apabila jatuh pada tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru. Sementara itu, reproduksi aseksual pada Ascomycota bersel satu dilakukan dengan cara membentuk tunas (budding). Tunas yang telah masak akan terlepas dari sel induknya dan tumbuh menjadi individu baru. Reproduksi seksual pada Ascomycota terjadi dengan cara membentuk askospora. Akospora dalah spora seksual yang terbentuk di dalam aksus. Aksus terdapat didalam badan buah yang disebut askokarp.
Pada Ascomycota ada dua jenis hifa, yaitu hifa (+) dan hifa (-). Hifa (+) membentuk alat kelamin jantan (anteredium) dan hifa(-) membentuk alat kelamin betina (askogonium). Kedua jenis alat kelamin tersebut bertemu dan terjadi plasmogami (penyatuan sitoplasma) tanpa disertai penyatuan inti. .Jadi,dalam peristiwa tersebut akan terbentuk sel dengan dua inti Askogonium yang telah meiliki dua inti tersebut akan menghasilkan hifa-hifa askogonium yang dikariotika (berinti dua). Hifa dikariotika itu bercabang-cabang membentuk tubuh buah yang disebut askokarp. Semetara itu, ujung hifa dikariotika akan membentuk sel khusus yang akan menjadi askus. Didalam aksus akan terjadi perleburan dua inti (diploid/2n). Selanjutnya, inti askus membelah dua kali. Pembelahan pertama terjadi secara meiosis dan menghasilkan empat sel. Pembelahan kedua terjadi secara mitosis sehingga akhirnya terbentuk delapan akspora didalam aksus tersebut. Tubuh buah (askokarp) yang terbentuk memiliki bentuk bermacam-macam dan merupakan dasar klasifikasi dari ascomycota.bentuk-bentuk badan buah tersebut, antara lain kleistotesium, peritesium, apotesium, dan aksus telanjang.
a. Kleistotesium : berbentuk bulat tertutup,merupakan ciri dari kelas Plectomycetes.
b. Peritesium : berbentuk botol ,merupakan ciri dari kelas Pyrenomycetes.
c. Apotesium : berbentuk cawan,merupakan ciri dari kelas Discomycetes.
d. Akus telanjang : tidak membentuk badan buah,merupakan cirri dari kelas Protoascomycetes.
Salah satu contohnya adalah Sacharomyces cerevisae sehari-hari dikenal sebagai ragi. Berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol. Mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi.
Kingdom : Fungi
Phylum : Ascomycota
Class : Saccharomycetes
Order : Saccharomycetales
Family : Saccharomycetaceae
Genus : Saccharomyces
Species : S. cerevisiae
Berikut ciri-ciri umum dari Ascomycota : 
a. Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler. Ascomycotina multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
b. Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).
c. Reproduksi:
1. Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.
2. Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.
d. Contoh spesies lainnya:
1. Neurospora sitophila: jamur oncom.
2. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin.
3. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju.
4. Aspergillus oryzae: untuk membuat sake dan kecap.
5. Aspergillus wentii: untuk membuat kecap
6. Aspergillus flavus: menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
7. Claviceps purpurea: hidup sebagai parasit pada bakal buah Gramineae.

You might be interested in …

 Kendala yang Dialami oleh UPT Cibaduyut

Pendidikan

 Kendala yang Dialami oleh UPT Cibaduyut Para perajin kulit dari Cibaduyut, Bandung Jawa Barat kian sulit berkembang akibat ketidakberpihakan pemerintah. Selain gagal menaungi dalam bentuk insentif, pemerintah juga tidak mempu melindungi para perajin dari ketersediaan bahan baku ataupun komponen produksi. Persoalan-persoalan itu mengemuka dalam pertemuan antara pelaku kerajinan sepatu kulit Cibaduyut dan rombongan dari Kementerian […]

Read More
17 Siswa Asal Bekasi Peserta OSN

17 Siswa Asal Bekasi Peserta OSN

Pendidikan

17 Siswa Asal Bekasi Peserta OSN Sebanyak 55 siswa Jawa Barat bersaing di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-18 yang diadakan di Manado, Sulawesi Utara pada 30 Juni – 6 Juli 2019. Dari jumlah tersebut, 17 siswa diantaranya berasal dari wilayah Bekasi. Belasan siswa tersebut yakni Aurelius Bryan Yuwana siswa SMA Victory Plus, Reza Anita […]

Read More

Pancasila Di Era Globalisasi

Pendidikan

Pancasila Di Era Globalisasi Realitas kontemporer memperlihatkan bahwa tantangan terhadap ideologi Pancasila, baik kini maupun nanti, beberapa di antaranya telah tampak di permukaan. Tantangan dari dalam di antaranya berupa berbagai gerakan separatis yang hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apa yang terjadi di Aceh, Maluku, dan Papua merupakan sebagian contoh di dalamnya. […]

Read More