Arti Sunnah sebagai Sumber Hukum Islam

Arti Sunnah sebagai Sumber Hukum Islam

Arti Sunnah sebagai Sumber Hukum Islam

Pengertian sunnah

Menurut bahasa sunnah adalah jalan yang dilaui, baik terpuji maupun tercela. Sedangkan secara istilah adalah hal-hal yang datang dari Nabi Muhammad SAW, baik itu berupa ucapan (fi’liyah), perbuatan (qauliyah), ketetapan (taqririyah), sifat, kelakuan, perjalan hidup baik sebelum Nabi diangkat menjadi Rasul atau sesudahnya. Sunnah fi’liyah adalah perbuatan-perbuatan Rasulullah SAW, seperti melaksanakan shalat lima waktu dengan sunnah kaifiyahnya, melasanakan haji dan menunaikan tugasnya sebagai hakim guna memutuskan sebuah perkara. Sunnah qauliyah adalah segala perkataan dari Nabi Muhammad, seperti sabda beliau:

عن عبادة بن الصامت أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قضى أن لا ضرر ولاضرار {رواه ابن ماجه}
Artinya: Dari Ubaidah bin Samit, sesungguhnya Rasulullah SAW menetapkan bahwa “tidak boleh melakukan kemudharatan dan tidak pula boleh membalas kemudharatan dengan kemudharatan”.

Sedangkan sunnah taqririyah atau ketetapan

adalah perbuatan para sahabat Nabi yang telah dikararkan oleh Nabi Muhammad baik berupa perbuatan maupun perkataan, sedangkan ikrar itu bisa berupa sikap diamnya Nabi Muhammad atau tidak menunjukkan tanda-tanda ingkar atau menyetujuinya. Sehingga dengan adanya ikrar atau persetujuan tersebut perbuatan yang dilakukan oleh sahabat dianggap srbagai perbuatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri.
Adapun kaitannya dengan lafad sunnah, ada perbedaan pendapat mengenai sinonim dari lafad hadis, tetapi ada pula yang membedakan antara keduanya. Namun Hasbi Ash-Shiddiqi berpendapat bahwa hadis merupakan sunnah, antara hadis dan sunnah hanya dibedakan dalam hal bahwa hadis konotasinya adalah segala peristiwa yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW walaupun hanya sekali saja beliau mengucapkan, atau mengerjakannya dan diriwayatkan oleh perorangan saja. Sedangkan sunnah adalah sesuatu yang diucapkan atau dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW terus menerus, dinukilkan dari masa ke masa dengan jalan mutawwatir. Beliau melaksanakannya beserta dengan para sahabat, lalu tabi’in. dan generasi-generasi selanjutnya sampai menjadi pranata sosial bagi umat Islam.

Baca Juga:

You might be interested in …

ILMU HADITS RIWAYAH DAN DIRAYAH

ILMU HADITS RIWAYAH DAN DIRAYAH

Agama

ILMU HADITS RIWAYAH DAN DIRAYAH MASALAH LAIN yang perlu kita pahami dalam mempelajari hadits, adalah kajian mengenai hadits yang disebut ‘Ulum al-Hadits. Ilmu hadits itu sendiri terdiri atas dua bagian, yakni ilmu hadits riwayah dan ilmu hadits dirayah. A. ILMU HADITS RIWAYAH Ilmu hadits riwayah adalah ilmu hadits yang mempelajari cara-cara penukilan, pemeliharaan dan penulisan […]

Read More

Pengertian Islam

Agama

Pengertian Islam   Islam secara etimologi (bahasa) berarti tunduk, patuh, atau berserah diri. Adapun menurut syari’at (terminologi), apabila dimutlakkan berada pada dua pengertian: Pertama: Apabila disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian Islam mencakup seluruh agama, baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), juga seluruh masalah ‘aqidah, ibadah, perkataan dan perbuatan. Allah Azza wa […]

Read More
Islam Budaya Jawa tentang Sastra Jawa

Islam Budaya Jawa tentang Sastra Jawa

Agama

Islam Budaya Jawa tentang Sastra Jawa Pengertian sastra Sastra sebagai istilah yang menunjuk pada suatu ilmu dengan bahasan yang luas, yang meliputi teori sastra ( membicarakan pengertian-pengertian dasar tentang sastra, unsur-unsur yang membentuk suatu karya sastra, jenis-jenis sastra dan perkembangan pemikiran sastra ), sejarah sastra ( membicarakan dinamika tentang sastra, pertumbuhan atau perkembangan suatu karya […]

Read More