Aplikasi E-Learning Buatan Siswa SMKN 4 Bandung, Juarai Kompetisi di Korea Selatan

https://pengetikan.co.id/aplikasi-e-learning-buatan-siswa-smkn-4-bandung-juarai-kompetisi-di-korea-selatan/

Aplikasi E-Learning Buatan Siswa SMKN 4 Bandung, Juarai Kompetisi di Korea Selatan

 

Aplikasi E-Learning Buatan Siswa SMKN 4 Bandung, Juarai Kompetisi di Korea Selatan

Tim dari SMKN 4 Bandung berhasil meraih juara 1 lomba aplikasi berbasis e-learning

Mereka berhasil menyisihkan 17 tim peserta asal Korea Selatan dan 17 negara lainnya, pada ajang kompetisi bergengsi “The 7th APEC e-Learning International Contest of Outstanding of New Ages (e-ICON) ” di Ulsan National Institute of Science and Technology, Korea Selatan, 17-23 Agustus 2017 lalu.

Pembimbing dari SMKN 4 Bandung

Fery Stephanus menjelaskan, aplikasi e-learning yang dinamai Right Up ini, memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan aplikasi buatan tim dari negara lain. Menurutnya,  aplikasi ini memiliki analisa seputar efektivitas penggunaan otak kanan untuk menggambar dengan beragam metode.

Aplikasi Right Up

“Aplikasi Right Up memiliki banyak metode, yakni menggambar secara upside, outline, one line, color diary, dan crop. Right Up akan menyediakan gambar abstrak. Pengguna tidak akan mengetahui nama benda dari gambar tersebut. Mereka secara tidak sadar  akan melakukan observasi dan mulai menggambar sesuai apa yang dilihat. Aplikasi ini menyediakan dua layar, yakni gambar asli yang harus diobservasi oleh pengguna, dan layar lain berupa canvas tempat menggambar,” katanya.

2 murid SMKN 4

Ia menambahkan, novel Little Prince menjadi inspirasi anggota tim yang terdiri dari 2 murid SMKN 4, yakni Riksa Suviana, Irvan Lutfi, dan 2 pelajar Asal Korea Selatan dalam membuat aplikasi Right Up. Novel tersebut menceritakan tentang imajinasi anak kecil dalam menggambar yang diremehkan oleh orang dewasa. Padahal, persepsi anak dengan orang dewasa tentu berbeda.

“Anak-anak akan menggambar apa yang mereka lihat, meski belum mengenal konsep benda tersebut. Sementara orang dewasa pada umumnya, ketika diminta menggambar botol misalkan, yang terbayang adalah kata “botol” terlebih dahulu, baru mulai menggambar tutupnya dan bentuk botol yang menyerupai tabung. Artinya, orang dewasa cenderung menggunakan otak kiri ketika menggambar,” paparnya.

Mengenai kompetisi E-Icon 2017

Fery menyebutkan, setiap tim beranggotakan 2 pelajar dan 1 pembina asing (Indonesia) serta 2 pelajar dan 1 pembina dari Korea Selatan. Jadi, dalam kompetisi ini, selain pelajar dari sekolahnya membuat aplikasi, mereka pun belajar kerjasama tim di level global.

“Komponen yang menjadi pertimbangan juri, yakni konten aplikasi yang kreatif, orisinil, dan dapat berguna untuk belajar di kelas ataupun untuk kepentingan komunitas pendidikan. Tidak hanya itu, kesempurnaan konten dan presentasi pun menjadi bahan penilaian,” ujarnya.

Ia bercerita, 2 siswa dari SMKN 4 telah melakukan persiapan total untuk menghadapi kompetesi tersebut.

Setelah mendapat info terkait materi dan aturan main lomba dari panitia e-ICON, Riksa Suviana dan  Irvan Lutfi yang juga pernah menjuarai Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2016 di Malang ini, di-drill oleh pembimbing dan guru IT terkait. Mereka pun dikursuskan bahasa inggris sebagai persiapan presentasi di e-ICON 2017.

E-Icon yang sudah memasuki tahun ke-7 ini diselenggarakan oleh Institute of APEC Collaborative Education (IACE) dengan tuan rumah dari Kementrian Pendidikan Korea Selatan. Kompetisi ini disponsori oleh seluruh kementrian pendidikan dari 18 negara peserta, 17 institusi pendidikan di Korea Selatan, Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST), KERIS, KEFA, dan ALCob-EC.

Salah satu tujuan dari kompetisi ini yakni saling berbagi dan kolaborasi antara Korea Selatan dengan negara luar, termasuk salah satunya Indonesia, sehingga meningkatkan mutu pendidikan bagi kedua negara.

 

Artikel Terkiat:

You might be interested in …

6 Siklus Daur Biogeokimia Proses Dan Teladan

6 Siklus Daur Biogeokimia Proses Dan Teladan

Pendidikan

6 Siklus Daur Biogeokimia Proses Dan Teladan   Siklus biogeokimia yakni proses daur ulang komponen kimia (unsur kimia) ibarat air, fosfor, sulfur, nitrogen, karbon, dan oksigen yang melibatkan partisipasi semua komponen ekosistem baik biotik maupun abiotik. Siklus biogeokimia mempunyai tugas penting bagi kelangsungan hidup manusia. Mengetahui lebih dalam tentu wajib sehingga kita bisa mengerti bagaimana […]

Read More
Pemeringkat Efek

Pemeringkat Efek

Pendidikan

Pemeringkat Efek Kegiatan pemeringkat Efek menurut Penjelasan Pasal 43 Peraturan Pemerintah 45 tahun tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal sebagaimana diubah dengan Peratruan Pemerirntah Nomor 12 tahun 2004 adalah kegiatan membuat penilaian mengenai kualitas atas suatu Efek dalam bentuk kode yang dibakukan. Perusahaan Investasi yang melakukan kegiatan sebagai pemeringkat Efek harus berbentuk perseroan dengan […]

Read More
Penyelesaian Sengketa Alternatif

Penyelesaian Sengketa Alternatif

Pendidikan

Penyelesaian Sengketa Alternatif Perselisihan dan sengketa diantara dua pihak yang melakukan hubungan kerjasama mungkin saja terjadi. Terjadinya perselisihan dan sengketa ini sering kali disebabkan apabila salah satu pihak tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat dengan baik ataupun karena ada pihak yang wanprestasi, sehingga merugikan pihak lainnya. Penyelesaian sengketa bisa melalui dua cara yaitu pengadilan dan arbitrase. […]

Read More