Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar

Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar

Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar

Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar
Angklung Day Awali Hari Disdik se Jabar

Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) mengimbau seluruh dinas pendidikan kabupaten/kota se Jabar, turut mendukung melestarikan angklung. Hal itu ditunjukkan dengan pementasan angklung bagi sekolah-sekolah yang memiliki kegiatan ekstra sekolah seni angklung.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dr Asep Hilman MPd,
asep hilman

KOMUNIKATIF: Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dr Asep Hilman MPd

selalu ramah dalam berkomunikasi dengan para wartawan.

dilakukan pada tanggal 16 November 2016 atau hari ini. Aktivitas itu sekaligus mengawali hari pertama masuk sekolah atau setelah upacara di hari tersebut.

Laporan penyelenggaraan pementasan angklung, kata Asep, paling lambat diterima disdik Jabar pada tanggal 18 November 2018. ’’Bagi pementasan angklung massal yang terbaik, akan kami ajukan kepada Bapak Gubernur Jabar (H Ahmad Heryawan Lc) untuk mendapat penghargaan,” ungkap dia kepada koran ini di kantornya kemarin (15/11).

Menurut Asep, imbuan kepada disdik se Jabar diberikan karena juga, memperhatikan imbauan dari Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa. Isinya menyampaikan bahwa, angklung telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dalam sidang Inter Governmental Committee of The Safeguarding of Intangible Cultural Heritage (IGC-ICH) di Nairobi, Kenya pada 16 November 2010. Selanjutnya , di hari itu diperingati sebagai Hari Angklung atau Angklung Day. ’’Oleh karena itu, kami turut memeriahkan hari Angklung Day di lingkungan Disdik Jabar,” ungkap dia.

Asep berharap, dengan pementasan pada Angklung Day dapat semakin membuat

lingkungan sekolah mengapresiasi kekayaan kesenian Jabar. Dengan begitu, upaya pelestarian nyata dapat lebih membawa makna bagi pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Jabar Asep Jolly menyampaikan, angklung bagi Jabar sudah menjadi fakta kekayaan seni yang ada di sekolah dan masyarakat. Terlebih, sejak 2010 telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Oleh karena itu, imbauan yang disampaikan Disdik Jabar tinggal direalisasikan di sekolah jalur formal, yang telah memiliki kegiatan ekstra seni angklung.

’’Sebenarnya ini bukan lagi imbuan, tapi haru dilaksanakan di sekolah se Jabar. Sebab,

angklung adalah salah satu kekayaan kesenian dan kebanggaan Jabar,” terang dia. Pementasan pada Angklung Day, kata dia, merupakan perwujudan mencintai dan mendukung budaya sendiri. Efeknya bisa ikut meningkatkan dunia pariwisata. Kemudian, turut menyatukan visi pembangunan budaya dan seni Jabar.

 

Baca Juga :