Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan

Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan

Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan

Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan
Alokasi Anggaran Diprioritaskan untuk Mutu Pendidikan

Pemerintah pusat menganggarkan Rp 444 triliun untuk sektor pendidikan pada 2018.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persen anggaran ditujukan untuk transfer daerah.

Ini artinya, pemerintah daerah selaku pemangku kebijakan pendidikan mempunyai kewenangan mengatur dana pendidikan yang diterimanya.

Seperti dikutip dari Kompas, Jumat 14 September 2018, Kepala Badan Penelitian

dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno mengatakan perlu adanya perubahan pola pikir yang menganggap peningkatan mutu pendidikan dinilai dari infrastruktur.

“Perencanaan alokasi anggaran yang memprioritaskan peningkatan kemampuan guru, siswa,dan penyediaan buku adalah keniscayaan,” katanya.

Totok mengakui mengubah pola pikir memang lebih rumit. Sering kali pembangunan infrastruktur pendidikan lebih diminati karena hasilnya cepat tampak dan bisa dihitung dengan sederhana. Totok mengatakan salah satu pendekatan yang diberikan kepada pemerintah daerah selaku pemangku kebijakan pendidikan adalah melakukan pemetaan kebutuhan sarana sekolah.

Sarana fisik mendasar harus segera dipenuhi. Contohnya adalah ketersediaan ruang kelas,

meja, kursi, toilet, perpustakaan, dan laboratorium. Namun sarana tambahan seperti penyejuk ruangan, aliran internet, dan fitur hiasan sekolah tidak perlu segera dipenuhi karena tidak terkait langsung dengan mutu pembelajaran.

“Dana itu bisa digunakan untuk membiayai  pelatihan guru melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan KKG (Kelompok Kerja Guru). Juga untuk memastikan buku teks atau pun bacaan menarik bagi siswa tersedia di perpustakaan sekolah,” ujar Totok.***

 

Baca Juga :

You might be interested in …

Mastery-Learning

Mastery-Learning

Pendidikan

Mastery-Learning Latar Belakang Salah satu di antara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar, khususnya peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA). Masalah lain adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher centered). Guru lebih banyak menempatkan peserta didik […]

Read More
Magrib Mengaji Cetak Generasi Qurani Jabar

Magrib Mengaji Cetak Generasi Qurani Jabar

Pendidikan

Magrib Mengaji Cetak Generasi Qurani Jabar Ketua Tim Penggerak Pembinaan Pemberdayaan Keluarga (KT PPK) Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengungkapkan kebanggaannya kepada para finalis lomba azan, tahfiz Alquran (30 juz), dan dai cilik yang diselenggarakan di Masjid Al-Muttaqien Gedung Sate, Jln. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Sabtu (25/5/2019). Menurutnya, ini merupakan salah satu upaya membentuk […]

Read More
Ringkasan Temuan

Ringkasan Temuan

Pendidikan

Ringkasan Temuan Setelah dilakukan pemetaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi, maka diperoleh 9 kriteria kondisi sosial ekonomi. Dari masing-masing kriteria tersebut, dipilih masing-masing satu kelurahan yang dianggap mewakili kondisi sosial ekonomi (dengan didasarkan atas pertimbangan tertentu), dimana akhirnya diperoleh 9 kelurahan yang menjadi wilayah studi, meliputi Kelurahan Tandang, Wonosari, Mangunharjo, Bandarharjo, Bendan Dhuwur, Miroto, Candi, […]

Read More