AKUNTANSI KOMPARATIF

AKUNTANSI KOMPARATIF

AKUNTANSI KOMPARATIF

AKUNTANSI KOMPARATIF
AKUNTANSI KOMPARATIF

AKUNTANSI KOMPARATIF

  1. Standar Akuntansi dan Penentuan Standar

Standar akuntansi dapat dikatakan sebagai pedoman umum penyusunan laporan keuangan yang merupakan pernyataan resmi tentang masalah akuntansi tertentu yang dikeluarkan oleh badan berwenang dan berlaku dalam lingkungan tertentu. Standar akuntansi biasanya terdiri dari:

  1. deskripsi tentang masalah yang dihadapi
  2. diskusi logis atau cara memecahkan masalah
  3. terkait dengan keputusan/ teori diajukan suatu solusi

Menurut Twedie, standar akuntansi dihasilkan dari lima interaksi, yaitu:

  1. peristiwa ekonomi,
  2. kepentingan pribadi,
  3. penyebaran ide-ide,
  4. perjalanan sejarah ,
  5. pengaruh internasional.

Sedangkan menurut Nobes dan Parker mengatakan faktor  budaya, sosial dan politik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi regulasi akuntansi di berbagai negara. Dengan demikian jelas bahwa penentuan standar akuntansi tidak hanya menyangkut masalah teknis.

Standar akuntansi menurut Edey (1977) dibagi menjadi empat tipe, yaitu:

  1. tipe 1 akuntan harus memberitahukan kepada user tentang apa yang mereka kerjakan dengan cara mengungkapkan metode dan asumsi (kebijakan akuntansi) yang di anut.
  2. tipe 2 membantu pencapaian beberapa keseraaman penyajian tentang pernyataan akuntansi tertentu.
  3. tipe 3 menghendaki pengungkapan hal-hal khusus yang mempengaruhi pertimbangan user.
  4. tipe 4 menghendaki keputusan implisit/eksplisit yang harus di buat tentang penilaian aktiva dan penentuan laba yang disetujui.

Penentuan standar merupakan pilihan sosial sehingga suatu standara mungkin bermanfaat bagi pihak tertentu dan merugikan pihak lain. Kebanyakan isu-isu yang berkaitan dengan akunyansi secara politik bersifat sensitif yang disebabkan:

  1. kebutuhan terhadap standar akuntansi muncul bila terdapat pertentangan
  2. informasi akuntansi dapat mempengaruhi tingkat kemakmuran penggunaannya.
  3. Dalam menentukan standar ada dua pendekatan, yaitu:
  4. representative faithfulness, pendekatan ini menghendaki pelaporan yang bersifat netral dan penyajian wajar laporan keuangan melalui proses penentuan standar. Pendekatan ini menyamakan akuntansi dengan proses pemetaan dimana peta harus dibuat akurat dengan menggambarkan keadaan keuangan perusahaan secara wajar.
  5. economic consequences, pendekatan ini menghendaki asopsi standar yang memiliki konsekwensi ekonomi menguntungkan. Pendekatan ini cenderung mengarah penentuan standar yang meemiliki pengaruh positif.

Biasanya proses penentuan standar dilakukan melalui proses terbuka (due-procees). FASB sebagai contoh dalam proses ini mengikuti prosedur sebagai berikut:

  1. Identifikasi masalah dari masalah yang muncul di catat dalam agendanya.
  2. Penunjukkan group yang anggotanya terdiri dari masyarakat akuntansi dan bisnis.
  3. Discussion Memrorandum (DM) di sebarkan kepublik untuk di evaluasi selama satu periode paling lambat 60 hari.
  4. Dengan pendapat dilakukan untuk membahas keunggulan dan kelemahan berbagai alternatif yang diajukan FASB
  5. Atas berbagai komnentar yang diterima, FASB mengeluarkan ‘exposure draft” (ED) mengenai standaar akuntansi yang diajukan. ED menentukan posisi yang pasti dari FASB tentang masalah yang dibahas.
  6. ED disebar luaskan ke masyarakat untuk di evaluasi paling lambat 30 hari
  7. Dengan pendapat untuk membahas kelemahan dan kebaikan berbagai alternatif yang diajukan FASBAtas dasar berbagai komentar yang diterima, maka FASB mengambil langkah sebagai berikut:
  8. mengadopsi standar tersebut sebagai pernyataan tesmi
  9. mengajukan revisi terhadap standar yang diusulkan melalui prosedur “due process”.
  10. Menunda pengeluaran standar dan menyimpan masalah dalan agenda
  11. Tidak mengeluarkan standar dan menghapus isu dari agenda

Dua pendekatan yang dapat digunakan dalam penentuan standar akuntansi adalah:

  1. Pendekatan pasar bebas

Pendekatan ini dilandasi asumsi bahwa informasi akuntansi merupakan komiditi ekonomi serupa dengan barang atau jasa yang lain.Sehingga informasi akuntansi akan dipengaruhi kekuatan permintaan dan penawaran. Pasar dipandang sebagai mekanisme yang ideal untuk menentukan jenis informasi yang harus diungkapkan dan kelompok penerima informasi. Dengan demikian standar akuntansi menentukan informasi yang dihasilkan dan siapa akan menerima informasi.

  1. Pendekatan regulasi

Pendekatan ini berpendapat bahwa kegagalan pasar atau informasi yang asismetris dalam kaitannya dengan kuantias dan kualitas. Pendukung pendekatan ini berkeyakinan bahwa kegagalan pasar dapat dilihat pada Teori regulasi.

Adanya krisis penentuan standar mendorong munculnya kebijakan regulasi akuntansi. Oleh karena itu, permintaan terhadapat kebijakan atau standar semacam iatu di dorong oleh krisis yanag muncul, pihak penentu standar menanggapi dengan cara menyediakan kebijakan tersebut. Hubungan antara permintaan dan penawaran menarah pada suatu keseimbangan. Dalam proses regulasi yang dinamis, terdapat proses penyesuaian yang berlangsung terus menerus terhadap standar sesuai permintaan dan penawaran.

Belkaoui (1985:48) mengatakan bahwa regulasi umumnya diasumsikan untuk dirancang dan dioperasikan demi kepentingan industri yang ada. Ada dua teori regulasi dalam industri, yaitu:

  1. Teori kepentingan publik (public interest theory)
  2. Teori kepentingan kelompok (interset group therory).

Teori kepentingan publik berpandangan bahwa regulasi diperlukan sebagai tanggapan atas permintaan publik terhadap perbaikan praktik pasar yang tidak efisien dan tidak adil. Sedangkan teori kepentingan keompok berpandangan bahwa regulasi disediakan sebagai tanggapan atas permintaan kelompok tertentu untuk memaksimumkan pendapatan mereka. Dalam teori kepentingan kelompok memiliki dua versi, yaitu teori elit politik dan teori ekonomi regulasi.

Beberapa pendapat mengenai siapa yang harus menentukan standar akuntansi:
Argumen pendukung regulasi sektor swasta

  1. Regulasi serktor swasta berkaitan dengan profesi akuntasi.
  2. Suatu badan yang dibentuk oleh sektor swasta memiliki prestisd tersendiri dan dapat diterima oleh masyarakat bisnis.
  3. Oleh karena badan pemerintah beranggotakan birokrat, ada kecenderungan efektivitas persyaratan pengungkapan tambahan menjadi tidak sensitif.
  4. Ada kecenderungan bahwa pemerintah yang terlibat dalam badan tersebut bertindak untuk melindungi kepentingan publik atau melakukan tindakan yang merugikan kepentingan profesi akuntansi
  5. Proses legislatif dan otoritas pemerintah mudah dipengaruhi oleh lobi dan tekanan politik dari pihak tertentu.
  6. Standar yang dihasilkan pemerintah kemungkinan saling tumpang tindih dalam hal paksaan, dan dapat menimbulkan jugdment yang beragam dari user.

Menurut Prof. Haim Falk menjelaskan ada empat keuntungan menggunakan standar akuntansi internasional:

  1. Berkenaan dengan rekonsiliasikepentingan – kepentingan khusus dari manajer – manajer yang bertanggung jawab bagi pelaporan keuangan dan kebutuhan pemakai informasi keuangan
  2. Keterbatasan kapasitas penerima informasi keuangan ntuk menginterplasikan informasi semacam itu secara tepat
  3. Kredibiltas keseluruhan proses pelaporan keuangan dan profesi akuntansi yang mendukungnya
  4. Adanya daya banding informasi keuangan yang diungkapkan adalah argument yang berkaitan dengan point diatas

Kekuatan yang cenderung mendukung upaya penyusunan standar akuntansi dan pelaporan internasional diantaranya:

  1. Analisis keuangan dan pialang di pasar modal
  2. Kecenderungan perusahan besar mencari kebutuhan modal dari Negara lain
  3. Tumbuhnya operasi – operasi bisnis multinasional
  4. Persetujuan antar Negara yang mendorong berbagai bentuk harmonisasi
  5. Meningkatnya road show para eksekutif ke berbagai Negara investor
  6. Survey
  7. Mengglobalnya praktek akuntan professional ke berbagai Negara
  8. Kebijakan dari organisasi kreditur yang mendorong digunakannya stndar internasional
  9. Badan – badan pengawas para modal
  10. Buku – buku teks

Beberapa Sejarah dalam penentuan standar akuntansi internasional

  1. Tahun 1973 Kmite Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standard Comunite = IASC)
  2. Tahun 1977 Organisasi untuk kerja sama dan pembangunan ekonomi (Organization for economic Coorporation and development = OECD) mengeluarkan deklarasi investasi dalam perusaan multinasional yang berisi
  3. Tahun 1977 Federasi Internasional Akuntan(International Federation of Accountant = IFAC)didirikan pada tahun yang sama pra ahli yang ditunjuk oleh dewan ekonomi dan social PBB mangeluarkan laporan yang terdiri 4 bagian standar international akuntan si dan pelaporan bagi perusahaan international
  4. Komisi masyarakat Eropa mengeluarkan Direktif keempat sebagai langkah pertama menuju harmonisai akuntansi eropa
  5. Tahun 1987Organisasi Interantional Komite pasar Modal (IOSCO) menyatakan dalam konferensi tahunannya untuk mendorong penggunaan standar yang umum dalam praktik akuntansi dan audit
  6. IASC dan IOSCO menyetujui suatu rencana kerj yang penyelesaiannya kemudian mengeluarkan IAS yang membentuk satu kelompok inti standar yang komprehensif
  7. Tahun 1996 Komisi Pasar Modal AS (SEC) mengumumkan bahwa pihaknya “ mendukung tujuan IASC untuk mengembangkan secepat mungkin, stadar akuntansi yang dapat digunakan untuk menyusu laporan keuangan yang dapat digunakan dalam penawaran surat berharga lintas batas’.
  8. Tahun 2001 IASB menggantikan IASC dan mengambil mengambil tanggung jawabnya per tanggal 1 April 2001. Standar IASB disebut Standar Pelaporan keuangan international (IFRS) dan termasuk dalamnya IAS yang dikeluarkan IASC
  9. Tahun 2002 parlemen Eropa menyetujui proposal Komisi Eropa bahwa secara nyata perusahaan uni eropa yang tercatat sahamnya harus mengikutistandar IASB selambat – lambatnya tahun 2005 dalam laporan keuangan konsolidasi

Baca Juga : 

You might be interested in …

Hadir di GESS 2019, Edukasie Pamerkan Produk Inovatif Penunjang Pendidikan

Hadir di GESS 2019, Edukasie Pamerkan Produk Inovatif Penunjang Pendidikan

Pendidikan

Hadir di GESS 2019, Edukasie Pamerkan Produk Inovatif Penunjang Pendidikan   Ajang pameran dan konferensi di bidang pendidikan bertajuk Global Educational Supplies and Solutions (GESS) Indonesia 2019 mulai berlangsung secara resmi pada Rabu (18/9/2019) hingga Jumat (20/9/2019) di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Mengususng tema “What Will You Create”, pameran ini diharapkan dapat mendukung program […]

Read More
Berbagai Penyakit Sosial dalam Masyarakat

Berbagai Penyakit Sosial dalam Masyarakat

Pendidikan

Berbagai Penyakit Sosial dalam Masyarakat Segala tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dianggap sebagai bentuk penyimpangan. Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut apabila terus berkembang akan menyebabkan timbulnya penyakit sosial dalam masyarakat. Adapun bentuk-bentuk penyimpangan serta berbagai penyakit sosial yang ada dalam masyarakat bermacam-macam. Berikut ini berbagai penyakit sosial yang […]

Read More

OECD (Organization for Economic Co-Operation and Development)

Pendidikan

OECD (Organization for Economic Co-Operation and Development) Setelah ditemuinya kegagalan dalam kesepakatan pada konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada sekitar tahun 1970-an, OECD, didukung oleh PBB mengambil langkah baru untuk memerangi korupsi di tingkat internasional. Sebuah badan pekerja atau working group on Bribery in International Business Transaction didirikan pada tahun 1989. Pada awalnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan OECD hanya […]

Read More