Akibat Konflik Sosial dan Penyelesaiannya

Akibat Konflik Sosial dan Penyelesaiannya

Akibat Konflik Sosial dan Penyelesaiannya

 

Akibat Konflik Sosial dan Penyelesaiannya

Akibat Konflik Sosial

Selama ini dalam pola pikir masyarakat kita telah tertanam kuat bahwa konflik melahirkan dampak negatif yang berupa kerusakan, keresahan, dan kesengsaraan. Padahal pemikiran tersebut tidak selamanya benar. Ada beberapa konflik yang justru melahirkan dampak positif.

1. Sisi Positif Terjadinya Konflik

Beberapa sisi positif terjadinya konflik di masyarakat antara lain sebagai berikut.

  • Bertambah kuatnya rasa solidaritas sesama anggota kelompok. Teks Eksposisi Hal ini biasanya terjadi pada konflik antarkelompok, di mana anggota masing-masing kelompok karena merasa mempunyai identitas yang sama bersatu menghadapi ancaman yang datang dari luar kelompoknya.
  • Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas untuk ditelaah. Contohnya, dalam menetapkan suatu rancangan undang-undang (RUU) menjadi sebuah undang-undang yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dengan persetujuan presiden.
  • Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu atau kelompok.
  • Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antar individu dan antar kelompok.
  • Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma yang baru.
  • Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat.
  • Memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan yang seimbang.

 

2. Sisi Negatif Terjadinya Konflik

Beberapa sisi negatif terjadinya konflik dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.
  • Hancurnya atau retaknya kesatuan kelompok. Hal ini biasanya muncul apabila terjadi konflik di antara anggota kelompok yang sama.
  • Adanya perubahan kepribadian pada diri individu.
  • Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia.
  • Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.

 

Penyelesaian Konflik

Sementara itu Georg Simmel mengatakan ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik, yaitu sebagai berikut.
  • Kemenangan di salah satu pihak atas pihak lainnya.
  • Kompromi atau perundingan di antara pihak-pihak yang bertikai, sehingga tidak ada pihak yang sepenuhnya menang dan tidak ada pihak yang merasa kalah.
  • Rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai. Hal ini akan mengembalikan suasana persahabatan dan saling percaya di antara pihak-pihak yang bertikai tersebut.
  • Saling memaafkan atau salah satu pihak memaafkan pihak yang lain.
  • Kesepakatan untuk tidak berkonflik.

You might be interested in …

Fakta Bahaya Mengorek Kuping

Fakta Bahaya Mengorek Kuping

Umum

Fakta Bahaya Mengorek Kuping Banyak orang beranggapan Korek Kuping itu untuk membersihkan telinga dari kotoran, Tapi sebenernya korek kuping itu justru Berbahaya. Kenapa? Bukannya korek kuping itu membersihkan telinga? Iya memang betul. Korek kuping akan membuat kuping kita Benar-benar bersih. Tetapi jangan salah, Telinga kita adalah bagian tubuh yang terdiri dari berbagai saraf yang rumit. […]

Read More
 Macam- Macam Istishab

 Macam- Macam Istishab

Pendidikan

 Macam- Macam Istishab             Para ulama ushul fiqih mengemukakan bahwa istishab ada 5 macam yang sebagian disepakati dan sebagian lain diperselisihkan. Kelima macam Istishab itu adalah[5] : Istishab hukum Al- Ibahah Al- Asliyyah             Maksudnya menetapkan hukum sesuatu yang bermanfaat bagi manusia adalah boleh selama belum ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Misalnya seluruh pepohonan di hutan […]

Read More

Pancasila Di Era Globalisasi

Pendidikan

Pancasila Di Era Globalisasi Realitas kontemporer memperlihatkan bahwa tantangan terhadap ideologi Pancasila, baik kini maupun nanti, beberapa di antaranya telah tampak di permukaan. Tantangan dari dalam di antaranya berupa berbagai gerakan separatis yang hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apa yang terjadi di Aceh, Maluku, dan Papua merupakan sebagian contoh di dalamnya. […]

Read More