AGAMA DAN MASYARAKAT

AGAMA DAN MASYARAKAT

AGAMA DAN MASYARAKAT

AGAMA DAN MASYARAKAT
AGAMA DAN MASYARAKAT

Fungsi Agama

Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberi penerangan kepada dunia(secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah(s.w.t) dan setiap manusia harus menaati Allah(s.w.t).Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
Sebagian pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan hidup, soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab soalan-soalan ini.
Jadi pasti di dunia ini ada suatu hal yang tidak mungkin bisa dijawab oleh manusia tentang suatu hal, dan agama itu yang nantinya akan menjawab pertanyaan itu.

Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.
Jadi karena adanya agama, suatu kelompok manusia yang ada dalam kehidupan ini bisa terbentuk, karena adanya suatu kesamaan dalam satu kelompok tersebut.

Memainkan fungsi peranan sosial.
Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan peranan fungsi sosial.
Dengan adanya agama, maka di dalam suatu kehidupan akan berjalan dengan baik dan lurus dalam semua segala perbuatan, karena semuanya dilandaskan pada agama mereka masing-masing yang pastinya memiliki suatu larangan dan perintah yang harus mereka patuhi.

http://ms.wikipedia.org/wiki/Agama#Fungsi_Agama_Kepada_Manusia

Pelembagaan Agama
Agama begitu universal, permanen dan mengatur dalam kehidupan sehingga bila tidak memahami agama akan sukar memahami masyarakat. Hal yang perlu dijawab dalam memahami lembaga agama adalah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi dan struktur agama.

Dimensi ini mengidentifikasi pengaruh-pengaruh kepercayaan, praktek, pengalaman, dan pengetahuan keagamaan di dalam kehidupan sehari-hari. Terkandung makna ajaran “kerja” dalam pengertian teologis.
Dimensi keyakinan, praktek, pengalaman dan pengetahuan dapat diterima sebagai dalil atau dasar analitis, namun hubungan-hubungan antara keempatnya tidak dapat diungkapkan tanpa data empiris.MKDU ISD

Study Kasus
Disebuah desa di pedalaman, ada sekelompok manusia yang bermukim disana, mereka semua belum mengerti akan adanya agama, karena mereka sangat tertutup dari dunia luar. Tapi mereka mempunyai keyakinan sendiri, dari keyakinan yang mereka yakini itu mereka bisa hidup berkelompok karena adanya kesamaan yang meyakini keyakinan yang sama. Darisitu mereka selalu percaya apa yang mereka yakini, dan keyakinan mereka bisa menjadi pondasi moral dan kehidupan mereka selanjutnya.

Kesimpulan
Jadi agama itu sangat penting bagi kehidupan manusia dalam bermasyarakat, bayangkan apa yang akan terjadi apabila agama itu sendiri tidak ada, pasti akan adanya ketidakpastian dari yang selalu mereka kerjakan, dan mungkin akan selalu muncul pertanyaan seperti “untuk apa aku hidup di dunia?”. Tapi karena adanya agama kehidupan ini jadi lebih berarti dan bertujuan, dan mereka pasti akan selalu memanfaatkan umurnya yang ada di dunia untuk melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

You might be interested in …

 Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia

Pendidikan

 Keadaan Buruk Pendidikan di Indonesia 2.2.1 Paradigma Pendidikan Nasional yang Sekular-Materialistik Diakui atau tidak, sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia saat ini adalah sistem pendidikan yang sekular-materialstik. Hal ini dapat terlihat antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang, dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi […]

Read More
BI Bantu Petani Pangalengan

BI Bantu Petani Pangalengan

Pendidikan

BI Bantu Petani Pangalengan BANDUNG-Bertempat di Kampampung Cinangsi, Desa Pulosari , Kecamatan Pangalengan telah di serahkan bantuan container sayuran sebanyak 400 buah senilai sekitar Rp 30 juta. Ismet Isnono, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Mochamad Sofyan, Ketua Gapoktan KATATA sebagai perwakilan kelompok tani. “Bantuan ini merupakan Program Sosial […]

Read More
KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI

Pendidikan

KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI   1. Kehidupan Sosial Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut ialah sebagai berikut: Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur. Masyarakat di Kerajaan Kutai mempunyai kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya luar (India), mengikuti rujukan perubahan zaman dengan tetap memelihara […]

Read More