Adab dalam berpergian dalam islam

Adab dalam berpergian dalam islam

Adab dalam berpergian dalam islam

Adab dalam berpergian dalam islam
Adab dalam berpergian dalam islam

Di antara kita tentu pernah melakukan perjalanan (safar) baik itu perjalanan untuk menuntu ilmu, berziarah kepada saudara atau bahkan bertamu, agar perjalanan kita sampai tujuan bernilai ibadah di mata allah, maka kia harus mengetahui adab-adabnya.

Untuk itu kita semestinya memperhatikan adab bersafar, sehingga sesuai dengan tuntunan rasulullah , apa saja adab tersebut,

Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang adab bepergian dalam islam, untuk mengetahui lebih lanjut simak uraian berikut ini.

Adab dalam berpergian

Islam adalah agama yang universal di mana ketentuan-ketentuan dari aktivitas bangun tidur sampai tidur kembali di jelaskan adab-adabnya seperti tata karma dalam perjalanan.

Tata karma dalam perjalanan merupakan aturan-aturan yang harus kita perhatikan ketika dijalan baik pada saat jalan kaki, mengendarai sepeda motor maupun mengendari mobil, seseorang yang tata krama yang baik ketika di perjalanan adalah mereka yang memerhatikan dirinya sendiri dan hak-hak orang lain, misalnya:

perjalanan kaki

Seorang pejalan kaki ketika berada di jalan hendaknya memerhatikan hal-hal dibawah ini seperti

#berjalan di sebelah kiri atau berjalan di trotoar

#menyebrang jalan dengan hati-hati dan memerhatikan kendaraan yang lewat

#menjaga kesopanan baik dari pakaian, perilaku, dan ucapan

#hindari perilaku yang tidak terpuji, seperti berkelakak secara berlebihan

#tidak makan, minum, buang samapah di sembarang tempat

#tidak buang air kecil di sembarang tempat

#tidak bergaul berlebihan dengan lawan jenis

#tidak menggunakan barang yang terlihat berharga mencolok ketika bepergian

#bersikap waspada selama perjalanan

pengemudi kendaraan bermotor

Seorang pengemudi kendaraan bermototr pada saat di jalan raya hendaknya memerhatikan hal-hal di bawah ini seperti

#memerhatikan rambu-rambu lalu intas

#memakai helm, membawa STNK dan SIM

#mengendarai sepeda motor dengan hati-hati dan tidak ngebut

tata karma dalam kendaraan umum

naik kendaraan mencari kondisi yang aman

#simpan dompet dan tas berharga

#memberikan tempat duduk bagi orang yang sudah lanjut usia

#hindari bercanda , berteriak dan menjerit

#melolak pemberian makanan dan minuman dari orang lain yang tidak kenal dengan gelagat mencurigakan

#memeriksa kendaraan yang akan di tumpangi untuk menghindari masalah

#membawa ongkos untuk membayar sesuai tarifnya

Nah, itulah adap bepergian dalam islam, tentu saja masih banyak sekali adab-adab yang harus dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat bepergian

Jika kamu ingin bepergian ke luar kota atau daerah, usahakan niatkan hal yang baik dan mengucap bismillah dan doa mau bepergian agar tetap dilindungi allah.swt selama bepergian.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/2018/09/kumpulan-bacaan-sholawat-nabi-muhammad-saw.html

You might be interested in …

Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal

Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal

Agama

Pembahasan Tentang Pengertian Air Musta’mal Air Musta’mal Air Musta’mal atau thohir ghairu muthohir (suci tidak mensucikan), yaitu air yang hukumnya suci tetapi tidak dapat untuk menyucikan. Ada tiga macam air yang termasuk jenis ini, yaitu : Air suci yang dicampur Air suci yang dicampur dengan benda suci lainnya sehingga air itu berubah salah satu sifatnya […]

Read More
Masa Depan Pemikiran Islam

Masa Depan Pemikiran Islam

Agama

Masa Depan Pemikiran Islam Luthfi Assyaukanie Tema diskusi malam ini adalah masa depan pemikiran islam di Indonesia. Tema ini merupakan salah tema yang sangat seksis dan berbahaya karena di dalam wacana pemikiran Arab kontemporer misalnya istilah tafkir itu bertukar kata dengan takfir. Jika tafkir berarti pemikiran, maka takfir artinya pengkafiran. Nashr Hamir Abu Zaid adalah […]

Read More

Penjelasan al-Qur’an terhadap Hukum

Agama

Penjelasan al-Qur’an terhadap Hukum Ayat al-Qur’an dari segi kejelasan artinya ada dua macam. Dalam surat Ali Imran ayat 7 disebutkan bahwa dua macam itu adalah muhkan dan mutasyabih. “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. […]

Read More